Perwakilan Ahmadiyah NTB Hadiri Pelatihan Moderasi Beragama UIN Mataram

Munadi AhmadDaerah3 min
Perwakilan Ahmadiyah NTB Hadiri Pelatihan Moderasi Beragama UIN Mataram
A-AA+A++

Mataram, Warta Ahmadiyah – Perwakilan Jemaat Muslim Ahmadiyah Indonesia Wilayah Nusa Tenggara Barat (NTB) mengikuti Pelatihan Moderasi Beragama bagi Pemuda Lintas Agama NTB 2026 yang diselenggarakan oleh Lembaga Penelitian dan Pengabdian kepada Masyarakat (LP2M) UIN Mataram bekerja sama dengan Badan Moderasi Beragama dan Pengembangan Sumber Daya Manusia Kementerian Agama RI. Kegiatan berlangsung pada 17–19 Juni 2026 di Training Center UIN Mataram.

Pelatihan moderasi beragama tersebut menjadi bagian dari upaya memperkuat toleransi, membangun dialog lintas iman, serta menumbuhkan semangat kebangsaan di kalangan generasi muda Nusa Tenggara Barat.

Sebanyak 40 peserta dari 20 organisasi kepemudaan dan komunitas lintas agama mengikuti kegiatan ini. JAI NTB diwakili oleh anggota Majelis Khuddamul Ahmadiyah NTB, Irfan Naseer Ahmad, dan anggota Lajnah Imaillah NTB, Manshurotun Nisa.

Selain perwakilan Ahmadiyah NTB, kegiatan juga diikuti berbagai organisasi dan komunitas lintas agama, di antaranya Pemuda Muhammadiyah, IPNU, IPPNU, Pemuda Katolik, GMKI, PERADAH, GEMABUDHI, Duta Damai NTB, serta sejumlah organisasi mahasiswa dan komunitas moderasi beragama lainnya.

Baca juga: Jemaat Ahmadiyah Purwokerto Sampaikan Komitmen Lingkungan di UIN Saizu

Pelatihan menghadirkan sejumlah narasumber nasional, antara lain Rektor UIN Mataram Prof. Dr. H. Masnun, M.Ag., Kepala Pusat Strategi Kebijakan Pendidikan Agama dan Keagamaan BMBPSDM Kementerian Agama RI Prof. Dr. Ahmad Zainul Hamdi, M.Ag., serta Kepala Balai Diklat Keagamaan Denpasar Dr. H. Saprillah, M.Si.

Dalam salah satu sesi, Prof. Ahmad Zainul Hamdi menegaskan pentingnya menjaga Indonesia melalui penguatan moderasi beragama di kalangan generasi muda lintas iman.

“Kita harus berikhtiar menjaga Indonesia melalui pelatihan moderasi beragama bagi pemuda lintas iman. Indonesia adalah rumah bersama yang harus dipastikan tetap menghadirkan kedamaian bagi semua,” ujarnya.

Baca juga: Lajnah Imaillah Kota Tasikmalaya Hadiri Advokasi Ketahanan Keluarga

Selama tiga hari pelatihan, peserta mengikuti berbagai sesi penguatan wawasan kebangsaan, diskusi kelompok, simulasi dialog lintas agama, serta penyusunan rencana aksi kolaboratif yang dapat diterapkan di lingkungan masing-masing.

Manshurotun Nisa menyampaikan bahwa pelatihan tersebut menjadi ruang yang berharga untuk saling mengenal dan membangun pemahaman yang lebih luas antarkomunitas.

“Kita berbeda dalam beberapa hal, tetapi terhubung dalam banyak hal lainnya. Pelatihan ini membuka ruang untuk menemukan titik temu, baik dalam kegiatan sosial kemanusiaan maupun dalam cara pandang terhadap keberagaman,” katanya.

Ia berharap jaringan dan persahabatan yang terbangun selama kegiatan dapat berkembang menjadi kolaborasi nyata yang bermanfaat bagi masyarakat. Menurutnya, moderasi beragama tidak cukup dipahami sebagai konsep, tetapi perlu diwujudkan melalui kerja bersama yang menghadirkan manfaat bagi banyak pihak.