Bogor – Untuk kedua kalinya dalam sepuluh tahun terakhir, Jamiah Ahmadiyah Indonesia kembali menyelenggarakan Bedah Buku Sirat al-Abdal karya Hadhrat Mirza Ghulam Ahmad, Imam Mahdi dan Masih Mau’ud a.s. Bedah buku tersebut dalam rangka memperingati Hari Masih Mau’ud a.s. yang ke-136 tahun (1889-2025) pada Minggu 23 maret 2025 jam 08:00-10:00 WIB bertempat di Auditorium Jamiah Lantai 2, Kampus Mubarak, Kemang, Bogor.
Dua orang narasumber dari mahasiswa pun memaparkan dua materi yang berbeda. Sdr. Attar Ahmad dari Forum Kajian Ilmu Fiqih menyampaikan biografi Hadhrat Mirza Ghulam Ahmad a.s. menurut buku tulisan Iain Adamson, Ahmad the Guide One.
Sedangkan Sdr. Abdul Majid dari Forum Kajian Ilmu Tafsir memaparkan kandungan buku Sirat al-Abdal karya Hadhrat Mirza Ghulam Ahmad a.s.
Sebelumnya, Muntazim Ilmi dan Naib Principal Bidang Akademik menyampaikan sambutan sebagai pengantar Bedah Buku tersebut. Mln. Syamsul Ulum sebagai Muntazim Ilmi menekankan pada posisi Hadhrat Mirza Ghulam Ahmad a.s. sebagai seorang Nabi. Sedangkan Rakeeman R.A.M. Jumaan sebagai Naib Principal Bidang Akademik fokus pada proses penerjemahan kitab Sirat al-Abdal dan kajian Filologi dan Kodikologi terhadapnya.
Mengutip apa yang disampaikan penerjemah kitab Sirat al-Abdal yaitu Mln. Abdul Karim Mun’im pada Seminar 2016 lalu, Naib Principal Akademik menyampaikan, “Sebenarnya buku Siratul Abdal ini tipis sekali, hanya 16 halaman.
Namun demikian, musykil alfadz alias kata-kata sulitnya lebih dari 200 buah. Dan, tentunya tidak mudah menerjemahkannya dari Arab ke Arab lagi baru ke dalam bahasa Indonesia. Bahkan, delapan tahun lalu (kini 17 tahun berlalu) ketika menerjemahkan buku ini, kosakata itu belum terpikirkan untuk diterjemahkan.”
Naib Principal Akademik juga menyampaikan, bahwa untuk membantu memahami buku-buku karya Hadhrat Mirza Ghulam Ahmad a.s. telah menyusun tulisan yang kemudian dibukukan dan diberi judul “Manuskrip Ahmadiyah” (Maret 2025). Buku ini berisi kajian sederhana mengenai Filologi dan Kodikologi atas buku-buku Hadhrat Masih Mau’ud a.s. tersebut.
Tujuannya untuk melengkapi buku-buku yang sudah ada sebelumnya, yang disusun oleh Mln. Jalaluddin Shams, Mln. Naseem Saifi dan Mln. Syed Hasanat Ahmad.
Dalam Sesi tanya jawab, beberapa mahasiswa menanyakan istilah yang dipergunakan oleh Hadhrat Mirza Ghulam Ahmad a.s. dalam kitab Sirat al-Abdal, misalnya kata “abdal” dan “furqan”. Sebelumnya, Ketua keluarga Besar Mahasiswa (KBM) Jamiah Sdr. Muhammad Nurrohman juga menyampaikan pertanyaan berhadiah voucher belanja buku di toko Isyaat PB JAI bagi mahasiswa yang mampu menjawab pertanyaan tersebut.
Tidak kalah ketinggalan, Naib Principal Akademik Jamiah juga menyampaikan pertanyaan dadakan berhadiah buku.
Sebanyak dua orang mahasiswa berhasil menjawab pertanyaan dengan baik, yaitu Sdr. Aleem Ahmad Chusna dan Sdr. Imran Ahmad. Keduanya kemudian menerima hadiah buku karangan Naib Principal Akademik Jamiah, masing-masing berjudul “Jejak-jejak Kuno di Bogor” dan “Manuskrip Ahmadiyah”.
Acara Peringatan Hari Masih Mau’ud a.s. pun ditutup dengan doa oleh Muntazim Ilmi. Setelah dilakukan foto bersama, para mahasiswa kemudian mengerjakan soal ujian kitab Sirat al-Abdal sebagai upaya meningkatkan literasi terhadap kitab-kitab Hadhrat Mirza Ghulam Ahmad a.s. yang belakangan ini sudah agak jarang dilakukan, baik oleh anggota khususnya mahasiswa. *
Kontributor: Rakeeman R.A.M. Jumaan