Tasikmalaya – Memperingati Hari Masih Mau’ud sekaligus berbuka puasa bersama, Jemaat Ahmadiyah Nagrak, menggelar acara yang penuh makna pada Minggu sore, 23 Maret 2025, pukul 16.15 WIB.
Dihadiri oleh berbagai kalangan dari berbagai badanyang turut mengkhidmati suasana. Acara diawali dengan pembukaan, kemudian pembacaan ayat suci Al-Qur’an yang dibacakan oleh siswa-siswi madrasah setempat, dilanjutkan dengan lantunan Taranah Indonesia.
Suasana semakin hangat dengan tausyiah yang disampaikan oleh Sabiq Mubaligh Mln. Encep Jamaludin, yang mengajak para jamaah untuk lebih memahami pentingnya perayaan Hari Masih Mau’ud serta mengenal lebih dalam tentang sejarah Hadhrat Mirza Ghulam Ahmad as, pendiri Jemaat Ahmadiyah.
Baca juga: Jemaat Ahmadiyah Cibeureum Gelar Bakti Sosial Jelang Ramadhan, Disambut Baik Tokoh Agama
Tausyiah yang disampaikan mengungkapkan bahwa Hari Masih Mau’ud bukan hanya sebagai pengingat akan pentingnya ajaran-ajarannya dalam kehidupan umat manusia, tetapi juga menjaga anak keturunan agar tidak melupakan hari-hari bersejarah dalam Jemaat Ahmadiyah.
“Maka penting sekali bagi kita untuk merayakan hari Masih Mau’ud. Karena jika tidak diperingati, mungkin bukan kita (orang tua) yang akan lupa, tetapi anak keturunan. Hal ini harus dijaga sebaik mungkin,” ujar Sabiq Mubaligh Mln. Encep Jamaludin.
Acara berlangsung interaktif, dengan hadirnya sesi tanya jawab yang membuat diskusi semakin hidup.
Para jamaah tidak hanya mendengarkan, tetapi juga berpartisipasi aktif dengan mengajukan berbagai pertanyaan seputar ajaran dan sejarah Jemaat Ahmadiyah, serta makna Hari Masih Mau’ud.
Setelah seluruh rangkaian acara selesai, ditutup dengan doa bersama, yang dilanjutkan dengan buka puasa bersama.
Saling berbagi kebahagiaan dan mempererat tali persaudaraan menjadi tujuan utama dari acara ini, yang diakhiri dengan hidangan buka puasa yang dinikmati bersama-sama.
Acara ini menjadi salah satu momen berharga bagi seluruh peserta, mengingat pentingnya pemahaman tentang sejarah dan ajaran Hadhrat Mirza Ghulam Ahmad as, serta kesempatan untuk mempererat ukhuwah Islamiyah di tengah-tengah umat. *
Kontributor: Nunun N. Ainia
Editor: Talhah Lukman A