Peace Stand Up Nusantara sendiri melibatkan 25 pemuda lintas agama dan kepercayaan untuk mengembangkan kemampuan storytelling, public speaking, serta produksi konten digital mengenai keberagaman dan perdamaian. Para peserta didorong menyampaikan pengalaman mereka sendiri agar narasi tentang kelompok agama dan kepercayaan tidak hanya datang dari pihak lain.
Memahami HAM Jadi Bekal Anak Muda Hadapi Ujaran Kebencian di Ruang Digital

Tidak ada Respon