By using this site, you agree to the Privacy Policy and Terms of Use.
Accept
Warta Ahmadiyah
  • Beranda
  • Berita
    • Mancanegara
    • Nasional
    • Daerah
  • Organisasi
    • Ansharullah
    • Khuddam
    • Lajnah Imaillah
  • Kebangsaan
  • Keislaman
  • Sosial
  • Rabthah
  • Siaran Pers
Font ResizerAa
Warta AhmadiyahWarta Ahmadiyah
  • Beranda
  • Berita
  • Organisasi
  • Kebangsaan
  • Keislaman
  • Sosial
  • Rabthah
  • Siaran Pers
Pencarian
  • Beranda
  • Berita
  • Organisasi
  • Kebangsaan
  • Keislaman
  • Sosial
  • Rabthah
  • Siaran Pers
Follow US
  • Berita
  • Organisasi
  • Kebangsaan
  • Keislaman
  • Sosial
  • Rabthah
  • Opini
  • Siaran Pers
© WartaAhmadiyah
BeritaLajnah Imaillah

Lewat Ngawangkong, Lajnah Imaillah Sukabumi Dapat Ilmu Penting tentang Pertanian Tradisional Sunda

By Talhah Lukman A Published 16 Desember 2023 813 Views
Share
Lajnah Imaillah Sukabumi
Forum ngobrol bareng atau ngawangkong yang bahas budaya pertanian Sunda diikuti anggota Lajnah Imaillah Sukabumi.
SHARE

Sukabumi— Salah seorang anggota Lajnah Imaillah Sukabumi mengisi akhir pekan dengan acara ngobrol bareng terkait budaya Sunda, termasuk bidang pertanian.

Diskusi atau mengobrol bersama dalam istilah Sunda dikenal dengan ngawangkong dan tema yang dibahas adalah ‘Merawat Nyi Pohaci Tani sebagai Hakikat Hidup Masyarakat Pancer’.

Bertempat di Musieum Kipahare komplek terminal Tipe A K.H.A Sanusi Kota Sukabumi pada Sabtu 9 Desember 2023.

Tampil sebagai narasumber, Elva Yulia Safitri dari Kasepuhan Gelar Alam.

Elva  memaparkan bagaimana tradisi di kasepuhan Gelar Alam Sunda dalam mengolah pertanian dari mulai persiapan sampai hasil dan penyimpanan.

Semua proses tani tersebut dilakukan secara alami bahkan menentukan waktu untuk bercocok tanam.

Dalam ngborol bareng ini Lajnah Imaillah Sukabumi, Lilis Sahiba juga mengaku mendapat banyak info penting terkait pertanian tradisional dalam budaya Sunda.

Dimana soal penyimpanan padi hasil tani yang menjadi urusan kaump pria dan urusan ambil padi adalah wanita.

Kemudian ada juga yang dinamakan pare sijimat atau dikenal padi jimat yang dapat disimpan bertahun-tahun.

Sampai saat ini budaya di Kasepuhan Gelar Alam masih lestari terjaga dengan baik.

Lilis juga mengatakan jika bentuk pertanian tradisional Sunda itu sebagai upaya menjaga alam dan juga mensyukuri nikmat dari Allah SWT.

You Might Also Like

Jamaah Muslim Ahmadiyah Banten Mengadakan Baksos di Panti Asuhan Al-Inayah

Takjub dengan Akhlak dan Kepribadian Nabi Muhammad SAW, Anggota  Ahmadiyah Sintang Adakan Shiratun Nabi

Sultan dan Polisi Diminta Redam Intoleransi

Jemaat Ahmadiyah Bekasi Bertakziah ke Pemakaman Prof. Dr. Hj. Tutty Alawiyah

Perdalam Hakikat Shalat, JAI Sungai Merah – Jambi, Gelar Peringatan Mi’raj wal Isra

Previous Article Peace center Kesan Mahasiswa UIN Jakarta Usai Salat Zuhur Berjamaah di Pusat Ahmadiyah Parung, Bogor
Next Article Ijtima Athfal-Nashirat Anak-anak Ahmadi Pilih Mengisi Liburan Sekolah dengan Kegiatan Seru di Masjid
Leave a Comment

Tinggalkan Balasan Batalkan balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Warta Ahmadiyah

Warta Ahmadiyah merupakan sumber resmi Jemaat Ahmadiyah Indonesia yang menyajikan ragam informasi seputar kegiatan dan pandangan Ahmadiyah mengenai berbagai hal.

Kategori

  • Berita
  • Organisasi
  • Kebangsaan
  • Keislaman
  • Sosial
  • Rabthah
  • Opini
  • Siaran Pers

Informasi

  • Redaksi
  • Kontak Kami
  • Kirim Berita

Copyright © 2025 wartaahmadiyah.org All rights reserved.

Welcome Back!

Sign in to your account

Username or Email Address
Password

Lost your password?