Jemaat Ahmadiyah Yogyakarta Hadir dan Pimpin Doa Islam pada Puncak Haul Gus Dur

Talhah Lukman ABerita2 min
Ahmadiyah Yogyakarta
Jemaat Ahmadiyah Yogyakarta hadir dan pimpin doa Islam pada puncak Haul Gus Dur, wujud toleransi dan persaudaraan lintas iman di Yogyakarta.
A-AA+A++

Yogyakarta, Warta Ahmadiyah- Jemaat Muslim Ahmadiyah Yogyakarta menghadiri undangan Malam Puncak Resepsi Haul Gus Dur XVI yang digelar di Gereja Katolik Santa Maria Assumpta Gamping pada Senin 9 Februari 2026 malam.

Kegiatan bertema Katanya Demokrasi ini diinisiasi oleh Panitia Bersama Haul Gus Dur XVI Yogyakarta.

Kehadiran Jemaat Ahmadiyah Yogyakarta menjadi bagian dari partisipasi aktif komunitas lintas iman dalam forum refleksi kebangsaan tersebut.

Baca juga: Peringatan Hari Muslih Mauud, JAI Tasikmalaya Teguhkan Spirit Pengabdian Jelang Ramadhan

Turut hadir Mln. Basyiruddin Suhartono selaku Mubaligh Daerah DIY, Irfan Sukma Ardiatama (Qaid Khuddam/ Ketua Pemuda Ahmadiyah), Muhammad Farhan (Sekretaris Umur Kharijiyah), serta Rifqi Arianto Qasid Ahmad (Sekretaris Isya’at).

Dalam rangkaian acara, Jemaat Ahmadiyah Yogyakarta berkesempatan memimpin pembacaan doa agama Islam yang dibawakan oleh Muhammad Farhan.

Doa tersebut disampaikan dalam sesi doa lintas iman sebagai bentuk penghormatan terhadap nilai spiritualitas dan persaudaraan antarumat beragama yang menjadi semangat utama peringatan haul.

Baca juga: Lajnah Imaillah Manislor Ikuti Pelatihan AI untuk Penguatan Wirausaha

Acara yang berlangsung pukul 19.30–22.00 WIB itu diisi dengan pembukaan, sambutan dari perwakilan gereja dan komunitas Gusdurian, tarian selamat datang, pertunjukan musik, hingga stand-up comedy.

Puncak kegiatan menghadirkan sesi Kaleidoskop Indonesia 2025 yang mengulas dinamika sosial-politik nasional, dengan penanggap Inayah Wahid.

Baca juga: Jemaat Ahmadiyah Kemang Doa Bersama Persiapan Pelaksanaan Sholat Tarawih

Partisipasi Jemaat Muslim Ahmadiyah Yogyakarta dalam forum ini menegaskan komitmen terhadap nilai-nilai demokrasi, kebebasan beragama, dan dialog antariman.

Momentum haul Presiden ke-4 RI, Abdurrahman Wahid, dimaknai sebagai pengingat atas pentingnya menjaga ruang sipil yang inklusif serta memperkuat solidaritas kebangsaan di tengah keberagaman. *

Kontributor: Rifqi Arianto Qasid Ahmad

Editor: Talhah Lukman A