Gunungkidul, Warta Ahmadiyah- Jemaat Muslim Ahmadiyah Gunungkidul turut mengambil bagian dalam program kesehatan mental di daerah.
Jemaat Ahmadiyah Gunungkidul memberikan support pada proses pengembangan Program Religious Mental Health yang diselenggarakan Pusat Rehabilitasi YAKKUM, Selasa 7 April 2026.
Kegiatan ini sebagai upaya menghadirkan layanan kesehatan mental berbasis komunitas yang inklusif dan sesuai dengan konteks lokal Indonesia.
Baca juga: Jalsah Salanah Dinilai Perkuat Dialog dan Kolaborasi di Tengah Keberagaman
Keterlibatan Jemaat Muslim Ahmadiyah dalam kegiatan Focus Group Discussion yang sebelumnya digelar di Gunungkidul pada 12 Maret 2026 bersama perwakilan berbagai agama dan organisasi masyarakat.
Di antaranya Muhammadiyah, Nahdlatul Ulama (NU), Gereja Kristen, Gereja Katolik, Buddha, Hindu, Konghucu, Jemaat Ahmadiyah Indonesia, serta Penghayat Kepercayaan Sapta Dharma.
Didampingi praktisi kesehatan jiwa, penyandang disabilitas psikososial, dan unsur Biro Kesejahteraan Rakyat DIY. Jemaat Ahmadiyah diwakili oleh 2 anggota Lajnah Gunungkidul.
Baca juga: Pengkhidmatan dan Pengorbanan Jadi Fondasi Kesuksesan Jalsah Salanah Ahmadiyah
Pada bulan April 2026 sebagai tindak lanjut forum diskusi tersebut, Jemaat Ahmadiyah Gunungkidul mendapat kunjungan dari Yakkum.
Bertujuan untuk melanjutkan hubungan kerjasama dan diskusi mengenai kesehatan mental di tengah komunitas yang inklusif.
Dalam kunjungan tersebut YAKKUM dapat menemui dan berdiskusi langsung dengan Mubaligh Gunungkidul dan Ketua Jemaat Muslim Ahmadiyah Gunungkidul.

Tidak ada Respon