Tasikmalaya- Pengurus Jemaat Ahmadiyah Wilayah Tasikmalaya atau Jabar 7 hadir memenuhi undangan dialog dan buka bersama dengan Hj. Shinta Nuriyah Abdurrahman Wahid, atau akrab disapa Shinta Wahid.
Acara ini diinisiasi oleh Yayasan Puan Amal Hayati Cipasung dan mendapat support dari berbagai organisasi lintas iman. Acara diselenggarakan di Ponpes Tsamrotul Fuad, Kembang Saidah Desa Cintaraja, Kecamatan Singaparna pada Sabtu, 22 Maret 2025.
Dimulai pada pukul 16.00 WIB, acara yang bertepatan dengan momen Ramadhan 1446 H ini mengambil tema ‘Pangkat dan jabatan belum tentu membuatmu bahagia, namun iman dan taqwa akan mengantarkanmu menuju surga.’
Baca juga: Warga Ahmadiyah Cigintung Sambut Kedatangan Shinta Nuriyah Wahid
Sebagai perwakilan dari Jemaat Ahmadiyah hadir Heris Diana (Amirda Jabar 7), Mln. Irvan Maulana (Mubda Jabar 7), Nanang AH (Nazim Ala), Nanang Suhana (Ketua Cabang Singaparna), Kamal Yusuf (Mublok Singaparna), Pengurus Daerah LI, Ketua Lajnah Singaparna beserta beberapa pengurus Ansar dan Lajnah Imaillah dari beberapa cabang di Jabar 7.
Turut hadir juga Staf Ahli Bidang Pemerintahan dan Hukum Kabupaten Tasikmalaya, Danramil Kecamatan Singaparna, Kapolsek Kecamatan Singaparna, tokoh pimpinan pesantren di Kabupaten Tasikmalaya.
Adapula beberapa tokoh lintas iman yang berada di Kabupaten Tasikmalaya. Di antaranya ada dari katolik, kristen, buddha, dan konghucu.
Baca juga: Meriahkan Hari Masih Mauud, Jemaat Ahmadiyah Nagrak Gelar Buka Puasa Bersama
Dalam sambutannya, Ketua Puan Amal Hayati Cipasung, Enung Nursaidah menyatakan kegembiraan serta rasa terima kasih kepada semua pihak atas dukungannya, termasuk kepada Jemaat Ahmadiyah sehingga acara dialog dan buka Bbersama ini bisa terselenggara dengan lancar.
Dalam sesi dialog, Shinta Wahid mengatakan bahwa kegiatan serta kedatangannya ke Tasikmalaya bukanlah yang pertama.
Kegiatan tahunan ini telah berlangsung selama 24 tahun, dengan berbeda-beda lokasi mulai dari ujung timur hingga ujung barat Indonesia.
“Salah satu ciri rakyat Indonesia adalah majemuk, berbeda adat istiadat juga kepercayaan dan agama. Tapi, karena hidup di tempat yang sama yaitu wilayah Indonesia, maka semuanya adalah saudara sebangsa dan setanah air,”katanya.
“Boleh berkompetisi, berebut kursi jabatan asalkan tidak dipakai untuk memecah belah persatuan bangsa Indonesia. Semua masyarakat walaupun berbeda-beda harus menjadi pilar untuk menjaga negara agar menjadi negara yang baldatun thayyibatun,”sambung Shita Wahid
Amirda Jemaat Ahmadiyah Jabar 7, Heris Diana mengatakan terlibatnya Jemaat Ahmadiyah dalam kegiatandialog dan buka bersama diharapkan bisa menjalin hubungan yang lebih akrab dengan semua unsur masyarakat.
“Apalagi di usia Jemaat Ahmadiyah Indonesia yang mencapai seabad di tahun 2025 ini, semoga kami bisa menjadi muslim dan muslimah yang bermanfaat untuk masyarakat, khususnya di wilayah Kabupaten Tasikmalaya,”ungkapnya ungkapnya
Selain dialog dan buka bersama, dilaksanakan juga santunan kepada kaum duafa serta anak yatim. Acara juga dimeriahkan dengan penampilan Grup Angklung Lansia St. Monica Gereja Katolik Hati Kudus Yesus Tasikmalaya yang membawakan 9 lagu daerah.
Lantunan sholawat iktiraf menjadi penutup acara sekaligus mengenang sosok Gusdur sebagai bapak pluralisme.
Kontributor: Rahma Candra
Editor: Talhah Lukman A