Landak, Warta Ahmadiyah — Amir Nasional Jemaat Muslim Ahmadiyah Indonesia, Zaki Firdaus Syahid, menghadiri Jalsa Salanah wilayah Kalimantan Barat di Kampung anam, Kabupaten Landak, pada 16 hingga 18 Oktober 2026. Kegiatan keagamaan ini menyoroti rasa syukur atas turunnya hujan di tengah bencana kebakaran hutan, sekaligus seruan nyata untuk menjaga keseimbangan alam.
Dalam pidato pembukaannya, Zaki Firdaus mengajak para peserta bersyukur atas karunia hujan yang membersihkan udara dari kabut asap. Ia menyebut hujan sebagai jalan keluar dari bencana yang mengganggu kesehatan masyarakat luas di wilayah Kalimantan.
Baca juga: Gusdurian Soroti Aksi Kemanusiaan JAI sebagai Wujud Nyata Agama
Mengutip Surah Ar-Rum ayat 42, Amir Nasional mengingatkan bahwa musibah dan kerusakan alam pada hakikatnya terjadi akibat eksploitasi manusia yang berlebihan. Manusia diharapkan introspeksi diri dan membuat perubahan untuk mengembalikan fungsi alam.
“Allah Ta’ala memerintahkan umat manusia untuk bekerja, mencari nafkah, mengeksplorasi dan mengeksploitasi alam, tetapi tentunya tidak berlebihan dan tidak mengganggu prinsip-prinsip keseimbangan,” ujar Zaki di hadapan para peserta.
Sebagai ikhtiar dan solusi nyata untuk lingkungan, Jemaat Ahmadiyah saat ini menjalankan program penanaman 100.000 pohon dalam satu tahun. Program berkelanjutan ini bertujuan untuk mengembalikan fungsi alam sekaligus membantu meringankan penderitaan bangsa yang terdampak bencana.
Baca juga: Tokoh Muslimat NU Apresiasi Akhlak Generasi Muda dan Ruang Aktualisasi Perempuan JAI
Selain isu lingkungan, Amir Nasional juga menegaskan esensi utama dari penyelenggaraan Jalsa Salanah. Ia mengingatkan bahwa acara tahunan ini bukanlah pertemuan duniawi biasa, melainkan pertemuan yang penuh berkat dengan petunjuk langsung dari Allah SWT.
“Tujuan kita datang ke Jalsa Salanah ini adalah untuk semakin mendekatkan diri kita kepada Allah SWT, selain supaya kita saling mengenal dan lebih dekat lagi dengan sesama Ahmadi,” tegasnya.
Seluruh peserta diimbau untuk mengisi waktu dengan berzikir, berdoa, dan fokus menyimak materi ceramah yang bersumber dari Al-Quran. Ia juga menginstruksikan anggota jemaat di daerah terdampak kemarau panjang untuk melaksanakan salat Istisqo guna memohon turunnya hujan.

Tidak ada Respon