Ketua FBTI Sebut Keterbukaan JAI Runtuhkan Prasangka dan Inspirasi Keberagaman

Munadi AhmadDaerah2 min
A-AA+A++

Tasikmalaya, Warta Ahmadiyah — Ketua Forum Bhinneka Tunggal Ika (FBTI) Kota Tasikmalaya, Asep Rizal Asy’ari, mengapresiasi pelaksanaan Jalsa Salanah Jemaat Muslim Ahmadiyah di Desa Tenjowaringin, Kampung Wanasigra pada Minggu (17/11) sebagai ruang perjumpaan yang bernilai tinggi. Kehadirannya dalam kegiatan tahunan tersebut membuktikan bahwa keterbukaan JAI mampu secara efektif meruntuhkan sekat prasangka di tengah masyarakat.

Menurut Asep, mengundang pihak eksternal untuk hadir langsung di Jalsa Salanah merupakan langkah strategis untuk meluruskan informasi yang kerap dipelintir oleh pihak tak bertanggung jawab. Ia menilai masyarakat luas perlu menyaksikan sendiri bahwa kegiatan ini murni berisi pembinaan kerohanian dan penguatan nilai kebaikan.

Baca juga: Amir Nasional Tekankan Aksi Nyata Jaga Alam dan Peningkatan Rohani

Ia juga menyoroti rekam jejak kesalehan sosial anggota JAI yang sangat sejalan dengan tema agama sebagai solusi nyata. Asep secara khusus memuji kontribusi kemanusiaan Jemaat yang luar biasa, seperti gerakan donor mata di Wanasigra dan donor darah di Tenjowaringin.

Terkait tema yang diusung, Asep menegaskan bahwa agama sejatinya tidak pernah menjadi alat pemicu permusuhan. Ia memandang implementasi tema Jalsa tahun ini memberikan pelajaran berharga tentang bagaimana merawat keberagaman secara damai di Tasikmalaya.

“Agama tidak pernah mengajarkan tentang kebencian dan permusuhan. Tema ini luar biasa dan memberikan pelajaran yang sangat mendalam terhadap keberagaman yang ada di Tasikmalaya khususnya,” ujar Asep Rizal mengapresiasi Jalsa Salanah.

Baca juga: Gusdurian Soroti Aksi Kemanusiaan JAI sebagai Wujud Nyata Agama

Ke depannya, FBTI berharap kolaborasi lintas sektor yang selama ini terjalin dengan JAI dapat terus dijaga konsistensinya. Kerja sama tersebut mencakup berbagai program nyata kemasyarakatan, mulai dari pengobatan gratis hingga pelatihan literasi media sosial.

Asep menekankan perlunya memperbanyak kegiatan silaturahmi sebagai bentuk syiar keberagaman dan kekuatan sosial antarwarga. Ia memandang JAI telah memberikan teladan yang baik bagi kelompok masyarakat lain untuk saling menguatkan satu sama lain.

Sebagai penutup, ia mendorong anggota Ahmadiyah untuk terus bergerak secara konsisten di jalur sosial dan kemanusiaan. Kontribusi nyata JAI diharapkan akan terus berkembang dan menjadi bagian dari inspirasi kebaikan bagi Indonesia.