Bogor, Warta Ahmadiyah — Amir Nasional Jemaat Muslim Ahmadiyah Indonesia, Zaki Firdaus Syahid, menyampaikan pesan agar anggota Jemaat, khususnya generasi muda, tidak pernah lelah mencintai Indonesia dalam Sarasehan Wawasan Kebangsaan di Baitul ‘Affiyat, Kemang, Bogor, Minggu (23/8/2026).
Kegiatan tersebut dihadiri sejumlah tokoh, di antaranya Gugun Gumilar, M.A., Ph.D., Staf Khusus Menteri Agama RI Bidang Kerukunan Umat Beragama; Dr. Naila Farah, M.Ag., Dekan Fakultas Dakwah dan Komunikasi Islam UIN Siber Syekh Nurjati Cirebon; serta Mln. Ataul Ghalib Yudi Hadiana, Naib Prinsipal Bidang Akademik Jamiah Jemaat Ahmadiyah Indonesia.
Dalam wawancaranya, Amir Nasonal Jemaat Muslim Ahmadiyah Indonesia mengaitkan kecintaan terhadap Indonesia dengan prinsip Islam rahmatan lil ‘alamin serta semboyan Love for All, Hatred for None. Menurutnya, nilai tersebut perlu diwujudkan melalui sikap yang memberikan manfaat bagi lingkungan, masyarakat, dan bangsa.
Baca juga: Jemaat Ahmadiyah Pagelaran Ikut Peringati HUT RI, Hadiri Upacara Bersama Tokoh Agama
“Pesan saya kepada para anggota Jemaat Muslim Ahmadiyah Indonesia, khususnya para generasi muda, jangan pernah lelah untuk mencintai Indonesia.”
Ia juga menyampaikan bahwa nilai-nilai Islam seperti keadilan, kebenaran, dan kemaslahatan dapat menjadi pedoman dalam kehidupan masyarakat Indonesia yang majemuk. Ia menilai prinsip tersebut dapat diterapkan dalam berbagai bentuk kontribusi bagi bangsa.
“Ahmadiyah ada untuk Indonesia, Ahmadiyah ada untuk memberikan kontribusi dan solusi yang terbaik bagi Indonesia.” tambahnya.
Menurutnya, kecintaan kepada Indonesia perlu diwujudkan melalui doa dan tindakan. Ia mengajak anggota Jemaat mendoakan keselamatan, kemaslahatan, dan kemajuan Indonesia beserta para pemimpinnya, sekaligus mengambil peran sesuai kemampuan masing-masing.
Baca juga: Semarak HUT ke-81 RI, Lajnah Imaillah Tanjung Medan Gelar Lomba untuk Anak-Anak
Pimpinan Nasional Jemaat Muslim Ahmadiyah Indonesia pun menyebut bidang kemanusiaan, kesehatan, pendidikan, sosial, dan lingkungan sebagai ruang kontribusi yang dapat dikembangkan. Menurutnya, pengabdian tersebut dapat dilakukan mulai dari tingkat nasional hingga lingkungan sekitar sesuai kompetensi dan kapasitas masing-masing.
Sarasehan Wawasan Kebangsaan berlangsung sejak pagi hingga siang dengan pembahasan mengenai kecintaan terhadap Indonesia, nilai kebangsaan, dan kontribusi masyarakat dalam menghadapi persoalan bangsa. Kegiatan diikuti peserta bersama narasumber, moderator, dan tamu undangan.

Tidak ada Respon