Perdamaian Harus Dimulai dari Rumah

Munadi AhmadMancanegara2 min
Khalifah Islam Ahmadiyah berpesan bahwa upaya membangun perdamaian dimulai dari tempat terdekat, yaitu rumah dan keluarga.
A-AA+A++

Mendig, Jerman, Warta Ahmadiyah — Jalsa Salana Jerman 2026 berlangsung pada 4–6 September 2026 di Lapangan Udara Mendig, Rhineland-Pfalz. Dalam salah satu amanatnya, Khalifah Islam Ahmadiyah V Hazrat Mirza Masroor Ahmad Aba menyampaikan pentingnya membangun perdamaian yang dimulai dari lingkungan keluarga.

Pesan tersebut ditujukan kepada para Ahmadi, baik laki-laki maupun perempuan. Huzur mengingatkan bahwa setiap anggota Jemaat memiliki peran dalam meletakkan dasar bagi terciptanya perdamaian.

“Karena itu, para Ahmadi, baik laki-laki maupun perempuan, hendaknya selalu mengingat hal ini kita harus meletakkan dasar bagi terciptanya perdamaian,” pesannya.

Baca juga: Amir Nasional Sampaikan Duka dan Doa untuk Almh. Chadidjah Siddiqah

Menurut beliau, upaya membangun perdamaian dimulai dari tempat terdekat, yaitu rumah dan keluarga. Keluarga menjadi tempat awal untuk menanamkan nilai-nilai perdamaian.

“Dasar perdamaian itu pertama-tama harus dimulai dari rumah kita sendiri” tegasnya.

Pimpinan Internasional Jemaat Muslim Ahmadiyah itu kemudian menjelaskan bahwa nilai yang ditanamkan dalam keluarga akan diterima oleh generasi berikutnya. Semangat tersebut dapat terus tumbuh dalam diri anak-anak dan generasi mendatang.

Baca juga: Donor Kornea dan Cinta kepada Khalifah, Warisan Pengkhidmatan Chadidjah Siddiqah

“Ketika hal ini terwujud, generasi mendatang juga akan menerima pelajaran yang sama. Semangat tersebut akan tumbuh dalam diri mereka” harapnya.

Menurutnya, semangat tersebut selanjutnya dapat membentuk kemampuan generasi mendatang untuk menciptakan kedamaian, bukan hanya di lingkungan keluarga, tetapi juga di tengah masyarakat yang lebih luas.

“Sehingga mereka mampu menciptakan kedamaian di rumah maupun di lingkungan yang lebih luas” tambahnya.

Pesan tersebut menegaskan bahwa upaya membangun perdamaian perlu dimulai dari lingkungan paling dekat. Ketika nilai tersebut ditanamkan dalam keluarga, generasi berikutnya diharapkan dapat membawanya ke lingkungan yang lebih luas.