Khalifah Muslim Ahmadiyah: Masa Depan Anak Dimulai dari Perempuan yang Terus Belajar

Munadi AhmadLajnah Imaillah2 min
Bekal terbaik bagi anak bukan hanya kasih sayang, tetapi juga ibu yang terus belajar dan menumbuhkan ilmu serta akhlak dalam keluarga.
A-AA+A++

Hampshire, Warta Ahmadiyah — Apa bekal terbaik yang dapat diberikan seorang ibu kepada anaknya? Bukan hanya kasih sayang atau kecukupan materi, tetapi juga wawasan, ilmu, dan semangat untuk terus belajar. Dari sanalah lahir generasi yang mampu menghadapi tantangan zaman dengan akhlak, pengetahuan, dan kepercayaan diri.

Pesan tersebut disampaikan Khalifah Muslim Ahmadiyah, Hazrat Mirza Masroor Ahmad, di hadapan 19.695 perempuan dalam sesi khusus perempuan Jalsah Salanah UK 2026, Sabtu (25/7/2026).

Dalam amanatnya, Huzur mengajak para perempuan untuk terus meningkatkan wawasan dan memperdalam ilmu pengetahuan. Menurutnya, kemajuan seorang perempuan tidak hanya memberi manfaat bagi dirinya sendiri, tetapi juga menentukan kualitas pendidikan yang akan diterima generasi berikutnya.

Baca juga: Jemaat Ahmadiyah NTT Perkuat Silaturahmi dengan Polda NTT Lewat Dialog Bersama Wakapolda

“Para wanita hendaknya terus meningkatkan wawasan dan maju dalam keilmuan agar mampu memberikan tarbiyat atau pendidikan yang baik bagi keturunan mereka kelak.”

Huzur menyampaikan, pendidikan bukan sekadar bekal untuk meraih keberhasilan pribadi. Ilmu juga menjadi fondasi dalam membentuk keluarga yang kuat, menanamkan nilai-nilai moral, serta membimbing anak-anak tumbuh menjadi pribadi yang berkarakter dan bermanfaat bagi masyarakat.

Pesan tersebut menunjukkan bahwa peran perempuan dalam Islam tidak berhenti pada lingkup keluarga semata. Perempuan didorong untuk terus belajar, mengembangkan potensi, dan memperluas pengetahuan sehingga mampu menjadi pendidik pertama yang membangun generasi beriman, berakhlak, sekaligus berwawasan luas.

Baca juga: Khalifah Muslim Ahmadiyah: Keberhasilan Jalsah Diukur dari Perubahan Setelah Pulang

Jalsah Salanah UK 2026 sendiri menghadirkan sesi khusus bagi perempuan yang diikuti hampir dua puluh ribu peserta dari berbagai negara. Forum tersebut menjadi ruang pembinaan yang membahas pendidikan, pengembangan diri, kehidupan keluarga, serta berbagai tantangan yang dihadapi perempuan Muslim di era modern.

Melalui amanat tersebut, Khalifah Muslim Ahmadiyah kembali menegaskan bahwa membangun masa depan tidak selalu dimulai dari ruang-ruang besar. Perubahan justru berawal dari rumah, ketika seorang perempuan terus belajar, memperkaya wawasan, lalu mewariskan ilmu dan akhlak kepada generasi berikutnya.