Banjarnegara, Warta Ahmadiyah — Pelaksanaan Jalsah Salanah 2026 Jemaat Muslim Ahmadiyah Indonesia Wilayah Jawa Tengah–DIY di Banjarnegara, dinilai menghadirkan praktik nyata nilai-nilai Islam rahmatan lil ‘alamin melalui penguatan silaturahmi, pembinaan keagamaan, dan kebersamaan di tengah masyarakat.
Pandangan tersebut disampaikan Pimpinan Pondok Pesantren Alif Ba Mantrianom, KH. Hayatul Makki, yang hadir sebagai tamu undangan dalam pembukaan Jalsah Salanah pada Jumat (3/7/2026). Menurutnya, tema “Saatnya Agama Menjadi Solusi, Bukan Sekadar Seremoni” sejalan dengan ajaran Al-Qur’an yang menempatkan agama sebagai pedoman untuk membentuk pribadi dan akhlak yang lebih baik.
“Temanya sangat bagus karena sesuai dengan ajaran Al-Qur’an. Agama bukan hanya mengubah nasib, tetapi mengubah akhlak, hati, dan cara beribadah sehingga ibadah tidak lagi sekadar ritual, melainkan menjadi kebutuhan untuk mendekat kepada Allah Subhanahu wa Ta’ala,” ujarnya.
Baca juga: Saatnya Agama Menjadi Solusi, Jalsah Salanah 2026 Angkat Peran Islam Menjawab Tantangan Zaman
Ia menilai nilai-nilai Islam yang paling tampak selama pelaksanaan Jalsah Salanah adalah semangat amar makruf melalui berbagai kajian keagamaan dan pembinaan yang berlangsung sepanjang kegiatan.
Menurut KH. Hayatul Makki, forum seperti Jalsah Salanah memiliki peran penting dalam memperkuat persaudaraan sehingga masyarakat tidak mudah terpecah oleh berbagai informasi yang menyesatkan, terutama di era media sosial.
“Saat ini dunia sedang menghadapi banyak upaya memecah belah. Kegiatan seperti ini justru memperkuat silaturahmi, mempererat kebersamaan, dan menjadi ruang untuk saling mengklarifikasi berbagai informasi yang kurang tepat. Karena itu, kegiatan seperti ini perlu terus diperbanyak,” katanya.
Ia juga menekankan bahwa hubungan sosial merupakan fondasi penting dalam membangun kehidupan beragama yang damai. Kehadirannya di Jalsah Salanah, menurutnya, merupakan bagian dari ikhtiar memperkuat ukhuwah dan saling mengenal antarsesama umat Islam.
Baca juga: Jalsah Salanah USA 2026, Dua Lajnah Imaillah Asal Indonesia Ikut Berkontribusi
“Saya datang ke sini dalam rangka membangun hubungan sosial. Saya melihat Ahmadiyah menyatakan diri sebagai Muslim, syahadatnya sama, sehingga Ahmadiyah adalah saudara saya dalam Islam. Yang harus kita bangun bersama adalah nilai-nilai sosial untuk menegakkan agama Islam,” tuturnya.
Melalui Jalsah Salanah, Jemaat Muslim Ahmadiyah Indonesia terus menegaskan komitmennya menghadirkan Islam sebagai rahmat bagi seluruh alam melalui penguatan akhlak, persaudaraan, dialog, dan pengabdian kepada masyarakat. Nilai-nilai tersebut diharapkan menjadi fondasi dalam membangun kehidupan yang damai, harmonis, dan saling menghormati di tengah keberagaman bangsa Indonesia.

Tidak ada Respon