Melahirkan Generasi Qurani, Jemaat Ahmadiyah Gelar Wisuda Tahfidz Nasional 2026

Munadi AhmadNasional2 min
Jemaat Ahmadiyah Indonesia menggelar Wisuda Akbar Madrasah Tahfidzul Qur’an Ahmadiyah Indonesia Angkatan 2026 di Dining Hall Jamiah Ahmadiyah Indonesia, Kampus Mubarak, Kemang, Bogor,
A-AA+A++

Bogor, Warta Ahmadiyah — Jemaat Muslim Ahmadiyah Indonesia menggelar Wisuda Akbar Madrasah Tahfidzul Qur’an Ahmadiyah Indonesia Angkatan 2026 di Dining Hall Jamiah Ahmadiyah Indonesia, Kampus Mubarak, Kemang, Bogor, Minggu (31/5/2026). Kegiatan bertema “Hamalatul Qur’an — Cahaya Generasi, Kebanggaan Umat” itu menjadi puncak apresiasi bagi para siswa yang telah menyelesaikan pendidikan tahfidz selama tiga tahun.

Sebanyak empat siswa dari berbagai jemaat di Indonesia mengikuti prosesi wisuda. Dua siswa berhasil menyelesaikan hafalan 15 juz Al-Qur’an, sedangkan dua lainnya menuntaskan hafalan 30 juz.

Acara tersebut dihadiri Amir Nasional Jemaat Muslim Ahmadiyah Indonesia, Naib Amir Bidang Tarbiyat, Missionary In Charge, Principal Jamiah Ahmadiyah Indonesia, para dosen, siswa tahfidz, serta orang tua wisudawan.

Baca juga: Momentum Hari Khilafat Ahmadiyah ke-118, Amir Nasional Resmikan Peace Center Ciparay

Kepala Madrasah Tahfidzul Qur’an Ahmadiyah Indonesia, Mln. Usama Ibnu Hasan, Mbsy., Al-Hafiz, menyampaikan bahwa wisuda bukan sekadar penanda kelulusan, melainkan awal dari amanah baru sebagai penjaga Kalam Ilahi.

Menurutnya, para hafidz diharapkan menjadi teladan yang menghadirkan nilai-nilai Al-Qur’an dalam kehidupan keluarga, masyarakat, dan umat.

Sementara itu, Sekretaris Ta’lim Pengurus Besar Jemaat Muslim Ahmadiyah Indonesia, Dr. Jayadih, menekankan pentingnya membiasakan dan terus melatih kemampuan yang telah dimiliki agar berkembang secara optimal.

Baca juga: Tokoh dan Warga Pedalaman Kapuas Hulu Apresiasi Aksi Kurban Humanity First Indonesia

Amir Nasional Jemaat Muslim Ahmadiyah Indonesia, Zaki Firdaus Syahid, menyampaikan apresiasi kepada para wisudawan, guru, dan orang tua atas dedikasi mereka dalam membina generasi penghafal Al-Qur’an.

Ia juga berpesan agar para hafidz tidak berhenti pada hafalan semata, tetapi terus memperdalam pemahaman Al-Qur’an melalui tafsir, literatur Jemaat, serta pengamalan dalam kehidupan sehari-hari.

Pada kesempatan tersebut, Zaki mengungkapkan rencana penguatan program tahfiz nasional, termasuk pengembangan madrasah tahfiz di berbagai daerah dan pembinaan jaringan hafiz Ahmadiyah Indonesia.