Cianjur, Warta Ahmadiyah — Dalam momentum peringatan Hari Khilafat Ahmadiyah ke-118, Jemaat Muslim Ahmadiyah Indonesia Ciparay meresmikan Peace Center sebagai pusat kegiatan sosial, dialog, dan penguatan silaturahmi masyarakat. Peresmian dilakukan langsung oleh Amir Nasional Jemaat Muslim Ahmadiyah Indonesia, Zaki Firdaus Syahid, dalam rangkaian kunjungannya ke wilayah Jawa Barat 4 di Ciparay, Kabupaten Cianjur, Sabtu (30/5/2026).
Peresmian Peace Center menjadi bagian dari rangkaian kegiatan Hari Khilafat yang tidak hanya menitikberatkan pada pembinaan spiritual, tetapi juga mendorong kontribusi nyata bagi kehidupan sosial masyarakat. Kehadiran fasilitas tersebut diharapkan menjadi ruang bersama yang dapat dimanfaatkan untuk berbagai kegiatan kemasyarakatan, pendidikan, serta pengembangan kapasitas warga.
Baca juga: Tokoh dan Warga Pedalaman Kapuas Hulu Apresiasi Aksi Kurban Humanity First Indonesia
Ketua Jemaat Muslim Ahmadiyah Ciparay, Ilham Fauzi, mengatakan Peace Center dibangun untuk menjawab kebutuhan akan tempat yang dapat mempererat hubungan antaranggota jemaat sekaligus membuka ruang interaksi yang lebih luas dengan masyarakat sekitar.
Menurutnya, lokasi tersebut selama ini telah digunakan untuk berbagai kegiatan sosial, pendidikan, dan pembinaan. Dengan diresmikannya Peace Center, fungsi tersebut diharapkan semakin berkembang sehingga manfaatnya dapat dirasakan lebih luas oleh masyarakat.
“Ke depan Peace Center akan menjadi ruang yang terbuka untuk berbagai kegiatan kemasyarakatan, diskusi, dan silaturahmi. Kami berharap tempat ini dapat memperkuat hubungan baik antara jemaat dan masyarakat serta menjadi sarana membangun kebersamaan,” ujarnya.
Baca juga: Kunjungi Jemaat Ahmadiyah Panyairan, Amir Nasional Tekankan Kekuatan Doa dan Budaya Membaca
Selain menjadi pusat aktivitas komunitas, Peace Center juga diharapkan menjadi simbol komitmen Jemaat Muslim Ahmadiyah Indonesia dalam membangun perdamaian, toleransi, dan harmoni sosial di tengah keberagaman masyarakat. Kehadirannya diharapkan mampu mendorong terciptanya ruang dialog yang positif serta memperkuat nilai-nilai kebersamaan dan saling menghormati.
Peresmian tersebut sekaligus menegaskan semangat Hari Khilafat Ahmadiyah yang tidak hanya berorientasi pada pembinaan keagamaan, tetapi juga mendorong pengabdian sosial dan penguatan hubungan yang harmonis di tengah masyarakat.

Tidak ada Respon