Jakarta, Warta Ahmadiyah- Humanity First Indonesia sukses menggelar Global Telethon 2026 yang berlangsung di Studio MTA, Jakarta Pusat pada Minggu, 10 Mei 2026.
Kegiatan ini menjadi forum internasional yang membahas peran komunitas keagamaan dalam kesiapan ketahanan pangan global.
Acara tersebut mengangkat tema ‘Peran Komunitas Keagamaan Pada Kesiapan Ketahanan Pangan’ sebagai respons atas meningkatnya tantangan distribusi dan akses pangan di berbagai negara.
Selama tiga dekade, Humanity First International telah menjalankan berbagai program kemanusiaan yang menjangkau lebih dari dua juta penerima manfaat di berbagai belahan dunia.
Baca juga: Pemeriksaan Kesehatan Posyandu Kemuning 3 di Masjid Ahmadiyah Karawang Diapresiasi
Salah satu fokus utama organisasi ini adalah program Zero Hunger atau ketahanan pangan, yang menyoroti kompleksitas krisis pangan akibat faktor ekonomi, sosial, hingga geopolitik global.
Dalam konteks tersebut, Telethon 2026 menekankan pentingnya kolaborasi lintas sektor untuk memperkuat sistem pangan yang berkelanjutan di tengah dinamika krisis internasional.
Acara ini dipandu oleh Raswandika Sutman dan Radiyah Mardhiyah sebagai host yang mengarahkan diskusi sepanjang program berlangsung.
Baca juga: Field Trip Perdana Rumah Belajar Noor Sleman, Tumbuhkan Rasa Syukur dan Cinta Alam
Soroti Krisis Timur Tengah dan Dampak Negatifnya
Sejumlah tokoh hadir sebagai narasumber, di antaranya Kandali Ahmad Lubis, Ahmad Fuad Fanani, Mukhibullah Ahmad, serta Ahmad Masihuddin yang memberikan pandangan strategis terkait isu pangan global.
Chariman Humanity First Indonesia Kandali Ahmad Lubis menyoroti dampak krisis di kawasan Timur Tengah.
Dimana krisis yang menjadi sorotan masyarakat dunia itu memengaruhi stabilitas keamanan global, ekonomi, serta ketersediaan pangan akibat kenaikan harga energi dan bahan pokok.
“Krisis kemanusiaan di Timur Tengah itu berdampak sangat nyata paling tidak untuk tiga aspek. Aspek keamanan global, ekonomi dan keamanan makanan atau food security” ujar Kandali Ahmad Lubis.
Baca juga: Bedah Buku 100 Tahun Ahmadiyah di Indonesia, JAI Yogyakarta Berkontribusi Sukseskan Acara
“Karena bagaimanapun ketika harga energi naik, terus harga minyak naik itu pasti berdampak pada harga-harga makanan dan harga-harga kebutuhan mendasar lainnya,” tambahnya.

Tidak ada Respon