Minahasa, Warta Ahmadiyah- Jemaat Muslim Ahmadiyah Manado menghadiri peringatan satu dasawarsa Agama Leluhur Minahasa, Rabu 18 Februari 2026.
Perayaan satu dasawarsa Lalang Rondor Malesung Agama Leluhur Suku Minahasa (Laroma) digelar di Desa Tondei Satu, Kecamatan Motoling Barat, Kabupaten Minahasa Selatan.
Organisasi penghayat kepercayaan ini dideklarasikan pada 2016 dan telah memperoleh pengakuan hukum dari negara.
Baca juga: Muawanah Gabungan Lajnah Imaillah Bandung Raya Usung Tema Go Green
Kegiatan berlangsung sederhana namun meriah dalam suasana kebersamaan dan keragaman.
Sejumlah tamu menempuh perjalanan lebih dari tiga jam dari Manado menuju lokasi acara.
Akses jalan berkelok dan menanjak di kawasan Gunung Lolombulan tidak menyurutkan kehadiran peserta.
Baca juga: Jemaat Ahmadiyah Yogyakarta Hadir dan Pimpin Doa Islam pada Puncak Haul Gus Dur
Pdt Ruth dalam sambutannya menyebut perayaan ini sebagai wujud solidaritas terhadap kelompok minoritas rentan.
Ia juga menegaskan pentingnya pengakuan atas eksistensi agama leluhur di Sulawesi Utara.
Sekretariat komunitas LAROMA diketahui berpusat di Desa Tondei Satu.
Baca juga: Lajnah Imaillah Manislor Ikuti Pelatihan AI untuk Penguatan Wirausaha
Berbagai masukan disampaikan untuk keberlanjutan organisasi, termasuk pelibatan perempuan dan kaderisasi.
Semangat persaudaraan genealogis ditekankan sebagai fondasi relasi antarumat berbeda keyakinan.
Ungkapan Minahasa “Si Tou Timou Tumou Tou” turut digaungkan dalam acara.
Perwakilan Jemaat Muslim Ahmadiyah menyerahkan bingkisan kepada Ketua Umum LAROMA Iswan Sual dan Pdt Ruth.
Hadir pula perwakilan KBB Sulut, Gusdurian Manado, LBH Manado, komunitas Bahai, serta unsur masyarakat sipil lainnya. *
Kontributor: Ruslan Abdul Gani
Editor: Talhah Lukman A