Bandung, Warta Ahmadiyah- Lajnah Imaillah dan Nashirat Bandung Raya menggelar muawanah gabungan bertema Go Green pada Senin dan Selasa, 16–17 Februari 2026.
Kegiatan ini melibatkan 12 majelis dan difokuskan pada penguatan gerakan peduli lingkungan berbasis rumah tangga.
Agenda pertama berlangsung di Masjid An-Nashir pada Minggu, 16 Februari 2026.
Baca juga: Sidqah Ramadhan, Lajnah Imaillah Tasikmalaya Salurkan 103 Paket untuk Warga Sekitar
Muawanah Gabungan Lajnah Imaillah Bandung Raya diikuti majelis Bandung Kulon, Bandung Tengah, Bandung Kidul, Bandung Wetan, Cicalengka, Majalaya, dan Sukatali.
Kegiatan kedua digelar di Masjid Annushrat pada Senin, 17 Februari 2026, dengan peserta dari Banjaran, Arjasari, Pinggirsari, Pangalengan, dan Soreang.
Ketua Daerah Lajnah Imaillah Bandung Raya, Tita Djelita Suciati menyebut jika gerakan Go Green merupakan hasil syuro periode 2025–2026 dan menjadi program prioritas organisasi.
Baca juga: Sapa Ramadhan dengan Kepedulian, Jemaat Ahmadiyah Kawalu Gelar Bazar Murah
“Gerakan Lajnah Go Green ini adalah hasil syuro kita periode 2025–2026. Ini bukan sekadar program, tapi komitmen bersama untuk memulai perubahan dari hal kecil di rumah masing-masing,” ujarnya.
Ia menegaskan komitmen perubahan dimulai dari rumah serta menekankan kebersihan sebagai bagian dari iman dan tanggung jawab sosial anggota.
Kegiatan dalam muawanah gabungan jelang Ramadhan ini diisi pelatihan hidroponik.
Baca juga: Wujudkan Generasi Gemilang, Lajnah Imaillah Panunggangan Pusat Gelar Ijtima
Mulai dari teknik pindah tanam hingga perawatan, disertai pembagian dua bibit tanaman.
Workshop Gerakan Olah Pilah Organik dari Rumah (GOPOR) juga turut digelar.
Tujuannya pada penekanan pada kualitas pemilahan sampah yang bersih, kering, dan tidak tercampur agar dapat didaur ulang serta memiliki nilai ekonomi.
Pemateri workshop GOPOR Siti Ainun menekankan pentingnya kualitas dalam memilah sampah.
“Kita tidak cukup hanya memilah. Kita harus naik kelas. Pilahan harus kering, bersih, tidak berminyak, dan tidak tercampur. Itu yang menentukan sampah bisa didaur ulang dan punya nilai ekonomi,” jelasnya.
Peserta mengikuti simulasi pemilahan sampah bertingkat dan menjalankan Challenge 14 Hari dengan memilih satu aksi lingkungan di rumah sebagai komitmen berkelanjutan bersama. *
Kontributor: Hibatun/ Mila
Editor: Talhah Lukman A