Hampshire, Warta Ahmadiyah — Ribuan suara bergema serempak mengucapkan kalimat syahadat saat Jalsah Salanah UK 2026 memasuki penutupan di Hadeeqatul Mahdi, Hampshire, Inggris, Minggu (26/7/2026). Momen tersebut menjadi penegasan bahwa perbedaan bangsa, bahasa, dan budaya tidak menghalangi puluhan ribu Muslim Ahmadi untuk bersatu dalam satu ikrar keimanan kepada Allah SWT dan Rasulullah Muhammad saw.
Di hadapan Pimpinan Global Muslim Ahmadiyah, Hadhrat Mirza Masroor Ahmad (aba), para peserta bersama-sama melafalkan:
“Lā ilāha illallāh, Muhammadur Rasūlullāh.”
Kalimat syahadat yang menjadi inti keimanan seorang Muslim itu menutup rangkaian Jalsah Salanah yang selama tiga hari diikuti 51.181 peserta.
Baca juga: Tauhid yang Menyatukan, Persaudaraan yang Menguatkan
Bagi para peserta, momen tersebut bukan sekadar penutupan sebuah pertemuan tahunan, melainkan pembaruan komitmen untuk terus mengamalkan ajaran Islam dalam kehidupan sehari-hari melalui ketakwaan, akhlak, serta pengabdian kepada sesama.
Selama penyelenggaraan Jalsah, berbagai pidato mengangkat tema ketauhidan, penguatan hubungan dengan Allah, pendidikan keluarga, pemberdayaan perempuan, pelayanan kemanusiaan, hingga pentingnya membangun perdamaian melalui ajaran Islam. Seluruh rangkaian itu bermuara pada satu pesan yang sama, yaitu memperkuat keimanan kepada Allah dan mengikuti teladan Rasulullah Muhammad saw.
Baca juga: Staf Ahli Presiden RI Melihat Langsung Jalsah Salanah UK, Sebut Pengalaman Tak Tergantikan
Puncak tersebut juga memperlihatkan bagaimana umat Islam dari berbagai latar belakang budaya, bahasa, dan warna kulit dapat berdiri bersama dalam satu saf, mengucapkan syahadat yang sama, menghadap kiblat yang sama, serta dipersatukan oleh kepemimpinan spiritual Khilafat.
Di tengah masih berkembangnya berbagai persepsi mengenai Jemaat Muslim Ahmadiyah di Indonesia, momen tersebut memberikan gambaran langsung mengenai kehidupan keagamaan yang dijalankan para anggotanya. Syahadat yang dikumandangkan bersama menjadi bagian dari ibadah yang terus dihayati dalam setiap penyelenggaraan Jalsah Salanah.
Jalsah Salanah UK 2026 pun ditutup bukan dengan seremoni, melainkan dengan sebuah ikrar yang telah menjadi fondasi keimanan umat Islam selama berabad-abad: Lā ilāha illallāh, Muhammadur Rasūlullāh. Dari kalimat itulah para peserta kembali melangkah ke berbagai penjuru dunia dengan membawa semangat ketakwaan, persaudaraan, dan perdamaian.

Tidak ada Respon