Cirebon, Warta Ahmadiyah- Fahmina Institut Cirebon merayakan Anniversary ke-25 pada Selasa, 25 November 2025, di Gedung ISIF Cirebon.
Acara ini menjadi momentum refleksi perjalanan lembaga yang telah berkiprah dalam gerakan sosial dan pendidikan kritis selama seperempat abad.
Kegiatan dihadiri para akademisi, aktivis, tokoh lintas iman, serta komunitas dari wilayah Ciayumajakuning.
Baca juga: Pendonor Kornea Terbanyak, Ketua Bank Mata Indonesia Beri Penghargaan untuk Jemaat Ahmadiyah
Perwakilan dari Jemaat Muslim Ahmadiyah Sadasari, termasuk Mln. Abdul Basith NA dan Mln. Mamun Ahmad, turut hadir dalam rangkaian acara.
Kehadiran mereka menegaskan komitmen terhadap dialog kemanusiaan dan penguatan jejaring kebinekaan.
Agenda dimulai pukul 08.00 WIB dengan diskusi paralel bertema gerakan sosial dan refleksi perjalanan Fahmina.
Baca juga: Aksi Donor Darah Jemaat Ahmadiyah Makassar Warnai Momen Menyambut Tasyakur 100 Tahun
Forum membahas isu pemberdayaan masyarakat, advokasi, keadilan gender, pluralisme, dan lingkungan hidup.
Dalam sesi diskusi, Mln. Abdul Basith menyampaikan bahwa Ahmadiyah masih menghadapi hambatan terkait SKB 3 Menteri.
Ia menilai aturan tersebut kerap dijadikan alasan pembatasan kegiatan jemaah di berbagai wilayah.
Baca juga: Lestarikan Lingkungan, Jemaat Ahmadiyah Bekasi Raya Tanam 1000 Pohon Mangrove di Pantai Utara
Menurutnya, pemerintah dan masyarakat perlu mendapatkan penjelasan yang tepat agar tidak terjadi kekeliruan pemahaman.
Pendiri Fahmina, KH Dr. Buya Husen Muhamad, menyampaikan apresiasi kepada seluruh mitra dan menegaskan komitmen lembaga untuk terus merawat nilai kemanusiaan dan keberagaman.
Doa lintas agama turut menguatkan pesan perdamaian dan solidaritas sosial. *
Kontributor: Basith
Editor: Talhah Lukman A