Pontianak, Warta Ahmadiyah- Jemaat Muslim Ahmadiyah Pontianak turut ambil bagian dalam Temu Pemuda Lintas Iman Kalimantan Barat ke-VII.
Kegiatan genarasi penerus tersebutberlangsung pada 9–12 April 2026 di Pontianak.
Forum bertema ‘Ecotheology-Faith Leaders for Better Future’ ini menegaskan peran strategis generasi muda lintas agama dalam merawat kerukunan sekaligus menjawab krisis lingkungan.
Baca juga: Soroti Sejarah Terjemah dan Tafsir di Indonesia, Seminar Al Quran Tasyakur JAI Sukses di Gelar
Ketua panitia Temu Pemuda Lintas Iman Kalimantan Barat ke-VII, Ilham menekankan bahwa pemuda lintas iman memiliki tanggung jawab besar dalam menyuarakan perdamaian dan kepedulian terhadap lingkungan.
“Bencana alam yang terjadi tidak lepas dari ulah manusia, seperti deforestasi, polusi, serta rendahnya kesadaran kolektif,” ujarnya.
Melalui Tepelima, pemuda diharapkan menjadi agen perubahan untuk masa depan bumi yang lebih baik,” tambah Ilham.
Baca juga: Berbagi Kebaikan di Bulan Suci, Lajnah Seruyan Distribusikan Takjil Gratis
Kegiatan ini mempertemukan pemuda dari beragam latar belakang agama dan kepercayaan, termasuk Jemaat Ahmadiyahdalam ruang dialog terbuka.
Bertujuan memperkuat nilai toleransi serta mendorong kolaborasi di tengah masyarakat majemuk.
Perwakilan Ahmadiyah yang hadir, Mln. Jahid Ahmad Muztahidin didampingi Yaya Sunarya selaku pengurus Jemaat Ahmadiyah Pontianak, menunjukkan komitmen untuk terus mempererat silaturahmi lintas iman.
Baca juga: Tarbiyat Muslim Ahmadiyah Serang Sekaligus Rayakan HUT Ke-79 RI dengan Meriah
Selain itu untuk ikut serta berkontribusi dalam menciptakan kehidupan yang damai dan harmonis.
Terkait isu ekoteologi, Yaya Sunarya menyoroti pentingnya peran pemimpin daerah dalam menghadirkan kebijakan yang berpihak pada kelestarian lingkungan.
Menurutnya, sinergi antara pemimpin, tokoh agama, dan masyarakat menjadi kunci dalam mewujudkan bumi yang lebih sehat.
Sementara itu Kepala Kantor Kementerian Agama Pontianak, Ruslan dalam sambutannya menegaskan pentingnya menjadikan isu lingkungan sebagai bagian dari misi keagamaan.
“Kesadaran untuk berubah harus dimulai dari sekarang agar bencana tidak terus berulang,” ujarnya.
Ia menambahkan, pendekatan ekoteologi menjadi fondasi penting dalam membangun kesadaran spiritual yang sejalan dengan upaya pelestarian alam.
Forum Temu Pemuda Lintas Iman Kalimantan Barat ke-VII diharapkan menjadi momentum lahirnya kolaborasi nyata antar pemuda lintas agama.
Dimana tidak hanya dalam menjaga persatuan, tetapi juga dalam menjawab tantangan global secara berkelanjutan. *
Kontributor: Sajid Ahmad S
Editor: Talhah Lukman A