Tasikmalaya, Warta Ahmadiyah– Peringatan Hari Gerakan Penanaman Satu Juta Pohon Sedunia dimaknai secara konkret oleh ratusan anggota Jemaat Muslim Ahmadiyah Tasikmalaya.
Di Tenjowaringin, Tasikmalaya, sekitar 500 peserta terlibat dalam aksi penanaman 3.400 bibit pohon di kawasan Gunung Batu.
Sebuah lahan garapan Kelompok Tani Ansar Ahmadiyah Wanasigra. Gerakan peduli alam ini berlangsung Sabtu 10 Januari 2026.
Baca juga: Anggota Jemaat Ahmadiyah Sintang Dalami Keteladanan Nabi Muhammad SAW
Aksi penghijauan ini menjadi bagian dari peringatan Hari Lingkungan Hidup Nasional 2026 sekaligus bentuk kontribusi nyata terhadap upaya pelestarian lingkungan di wilayah Tasikmalaya.
Jenis tanaman adalah pohon Borneo atau kamper. Dimana pohon tersebut dikenal memiliki nilai ekologis tinggi serta berfungsi menjaga kualitas udara dan keseimbangan ekosistem.
Seluruh bibit pohon yang ditanam merupakan hasil swadaya dari berbagai majelis di wilayah Tasikamalaya.
Baca juga: Hadiri Syukur Tahun Baru PGI, Jemaat Muslim Ahmadiyah Indonesia Perkuat Kerja Sama
Pola swadaya ini mencerminkan semangat gotong royong dan kepedulian kolektif terhadap isu lingkungan yang terus menguat di tingkat komunitas.
Sebelum penanaman dimulai, peserta terlebih dahulu menerima pengarahan teknis dari Rosmana yang merupakan Nazim Ala Jemaat Ahamdiyah wilayah Tasikmalaya selaku koordinator kegiatan.
Dalam arahannya, peserta dibekali pemahaman mengenai teknik penanaman yang tepat agar bibit dapat tumbuh optimal dan berkelanjutan.
Baca juga: Refresher Course MKAI di Pontianak Pemuda Ahmadiyah Perkuat Peran Strategis
Usai pengarahan, kegiatan dibuka dengan doa bersama yang dipimpin oleh Mubaligh Jemaat Ahmadiyah Wanasigra Mln.Nasir Ahmad.
Setelah itu, para peserta langsung menyebar ke sejumlah titik tanam di kawasan Gunung Batu dan area penyangga lereng bukit.
Meski kondisi medan cukup menantang, antusiasme peserta tetap tinggi. Dengan kerja sama dan pembagian tugas yang rapi, ribuan bibit pohon berhasil ditanam hingga kegiatan berakhir.
Penanaman pohon ini tidak hanya dimaknai sebagai kegiatan seremonial tahunan, tetapi juga sebagai investasi ekologis jangka panjang.
Keberadaan pohon diharapkan mampu memperkuat struktur tanah, menjaga sumber air, serta menyediakan oksigen bagi generasi mendatang.
Melalui aksi hijau ini, panitia berharap kesadaran masyarakat terhadap pentingnya menjaga lingkungan tidak berhenti pada kegiatan menanam semata, tetapi berlanjut pada komitmen merawat dan melestarikan pohon yang telah ditanam.
Kontributor: Rosmana/Hana Hanifah
Editor: Talhah Lukman A