Dirinya menilai pendekatan rabtah atau silaturahmi lintas kelompok menjadi strategi efektif dalam mengikis prasangka.
“Perjumpaan langsung mampu mengubah persepsi karena menghadirkan sisi kemanusiaan di balik stigma,” kata Dr. Zainal.
Baca juga: Lajnah Imaillah Banten Raya Gelar Baksos di Tangerang, Berbagi Kebahagiaan
Sementara itu Pendeta Yunarso Rusandono menambahkan bahwa pengalaman kelompok minoritas sering kali diwarnai tekanan dan stigma sosial. Ia melihat kesamaan pengalaman tersebut dengan yang dialami Jemaat Ahmadiyah.
Menurutnya, dialog lintas iman perlu melampaui sekadar toleransi formal menuju perjumpaan yang lebih mendalam dan autentik.
Diskusi dalam roadshow Buku Muslim Ahmadiyah ini menegaskan pentingnya ruang dialog yang terbuka untuk memperkuat pemahaman, kesetaraan, dan kerukunan di tengah keberagaman masyarakat Indonesia. *
Kontributor: Munadi
Editor: Talhah Lukman A