Papua, Warta Ahmadiyah — Sekretaris Pemberdayaan Ekonomi Perdagangan, Kreatifitas dan UMKM Anggota, Jemaat Muslim Ahmadiyah Indonesia, Irvan Yanuar Yana, mengunjungi sejumlah cabang dan kelompok Jemaat di Papua untuk membina anggota dan mengembangkan usaha lewat pertukaran pengalaman.
Di Kelompok Koya Kosso, Jayapura (24/9), Irvan berdiskusi dengan tujuh mubayyin baru dan satu mubaligh. Ia mengingatkan ketaatan pada Nizam Khilafat sekaligus membagikan kisah perjalanan usahanya dari pedagang kaki lima hingga memiliki pabrik.
Keesokan harinya, ia mengikuti kegiatan tarbiyat bersama enam anggota di rumah misi Jayapura, lalu bertolak melanjutkan perjalanan ke Cabang Kota Merauke pada Sabtu (26/9).
Baca juga: Keluarga Perlu Siapkan Perbekalan Darurat untuk Dua hingga Tiga Bulan
Di Merauke, Irvan meninjau usaha kerajinan kulit buaya milik anggota dan menyarankan pembuatan buku kas. Malam harinya, ia memimpin diskusi Sanaat Wa Tijarot atau pemberdayaan Perekonomian yang dihadiri 13 anggota, dua mubaligh, dan 10 simpatisan.
Kunjungan berlanjut ke keluarga Ahmadi di Dalir untuk melihat usaha ikan asin. Salah satu pelakunya, Qadir, rutin memproduksi satu ton ikan asin gabus dan sepat per bulan untuk dikirim ke Pulau Jawa.
Pada Selasa (29/9), Irvan menempuh perjalanan 4,5 jam menuju Cabang Jagebob. Pertemuan tarbiyat malam hari bersama tujuh anggota ini berlangsung di tengah kekeringan panjang dan kabut asap akibat kebakaran lahan.
Baca juga: Direktur Operasional Humanity First Dorong Kolaborasi dengan Lembaga Penanggulangan Bencana
Kondisi serupa terjadi di Kelompok Sarmayam. Selain terdampak asap kebakaran, warga juga mengalami krisis air bersih sehingga terpaksa menggunakan air Kali Maro yang keruh untuk mandi dan mencuci.
Di Cabang Kurik (1/10), Irvan meninjau ragam usaha milik anggota, meliputi peternakan ayam, keripik tempe, batu bata, dan pertanian. Dalam sesi diskusi bersama 40 dari total 70 anggota cabang tersebut, fokus utama pembahasan adalah pengembangan usaha tani dan ternak.
Irvan kembali ke Jakarta pada Sabtu (3/10). Rangkaian kunjungannya ke berbagai cabang dan halqah di Papua ini menjadi ajang berbagi pengalaman sekaligus evaluasi pengelolaan usaha anggota sesuai potensi masing-masing.

Tidak ada Respon