Bogor, Warta Ahmadiyah — Almh. Chadidjah Siddiqah Haris Setiarso meninggalkan teladan pengkhidmatan yang tidak hanya tercermin selama masa kepemimpinannya, tetapi juga hingga akhir hayatnya. Siti Aisyah Bakrie, Sadr Lajnah Imaillah Indonesia, menilai nilai-nilai kemanusiaan dan kecintaan kepada Khilafat menjadi bagian penting dari warisan pengkhidmatan Almarhumah. Bogor, (06/09/2026).
Salah satu bentuk pengkhidmatan yang mendapat perhatian adalah keputusan Almarhumah untuk mendonorkan kornea matanya bagi kepentingan kemanusiaan. Menurutnya, langkah tersebut menunjukkan bahwa semangat memberi manfaat kepada sesama dapat terus berlanjut, bahkan setelah seseorang wafat.
“Hari ini kita juga menyaksikan bahwa pengkhidmatan kemanusiaan dari Almarhumah Ibu Chadidjah, kita bisa lihat beliau telah mendonorkan kornea matanya untuk kemanusiaan atas nama pribadi beliau dan juga atas nama Jemaat Muslim Ahmadiyah untuk diserahkan kepada bank mata,” ujarnya.
Baca juga: Dari Baitul Afiyat hingga Kunjungan Khalifah, Jejak Pengkhidmatan Chadidjah Siddiqah
Ia berharap niat baik tersebut menjadi amal yang terus memberikan manfaat bagi mereka yang membutuhkan. Baginya, donor kornea yang dilakukan Almh. Chadidjah menjadi contoh nyata pengamalan nilai kemanusiaan.
“Tentu ini menjadi catatan luar biasa. Semoga apa yang beliau ikhtiarkan, beliau niatkan dengan mendonorkan kornea mata beliau dapat bermanfaat bagi terangnya dunia orang-orang yang kurang beruntung, para tunanetra,” tuturnya.
Ibu Siti Aisyah Bakrie menambahkan, tindakan tersebut juga menjadi pengingat bahwa nilai kemanusiaan perlu terus diwujudkan dalam kehidupan sehari-hari. Menurutnya, pengkhidmatan kepada sesama merupakan bagian dari ajaran yang perlu dijaga dan diteruskan.
Baca juga: Chadidjah Siddiqah, Sosok yang Teguh Memegang Nizam Jemaat
“Ini juga beliau memberikan kepada kita bahwa Lajnah Imaillah secara khusus dan Jemaat Muslim Ahmadiyah secara umum bahwa nilai-nilai kemanusiaan harus kita junjung tinggi dan harus kita implementasikan dengan sebaik-baiknya,” ungkapnya.
Selain pengkhidmatan kemanusiaan, kecintaan Almh. Chadidjah kepada Khilafat. Pada usia 81 tahun, Almarhumah tetap bertekad menghadiri Jalsah Salanah UK untuk bertemu dengan Khalifatul Masih.
“Tahun lalu, dengan kondisi usia beliau, usia 81 tahun, beliau dengan keinginan keras yang sangat luar biasa telah berangkat seorang diri menghadiri Jalsah Salanah di UK,” katanya.
Keberangkatan tersebut sempat menimbulkan kekhawatiran di kalangan pengurus karena mempertimbangkan usia dan panjangnya perjalanan. Namun, kecintaan Mendian Ibu Chadidjah kepada Khalifah menjadi dorongan yang menguatkan langkahnya.

Tidak ada Respon