Subang, Warta Ahmadiyah — Ribuan peserta usia SMP hingga SMA dari berbagai wilayah di Pulau Jawa mengikuti KPA Youth Camp 2026 di Subang, Jawa Barat, 21–23 Agustus 2026. Kegiatan tersebut mengusung tema “Eksplorasi Keajaiban Ilahi dan Potensi Diri Generasi Emas Ahmadi.”
Amir Nasional Jemaat Muslim Ahmadiyah Indonesia, Zaki Firdaus Syahid, menyampaikan bahwa KPA menjadi salah satu wadah regenerasi dan kaderisasi Jemaat. Menurutnya, kegiatan tersebut penting untuk membantu generasi muda mengenal Tuhan dan memahami tujuan utama ajaran Islam.
“KPA merupakan salah satu wadah regenerasi dan kaderisasi di dalam Jemaat yang tentunya diharapkan generasi muda Ahmadiyah bisa mengikutinya,” ujarnya.
Baca juga: Pendidikan Agama dan Ruang Dialog Penting bagi Generasi Muda
Ia menjelaskan bahwa pengenalan kepada Allah menjadi bagian penting dalam kehidupan seorang Muslim. Menurutnya, pemahaman terhadap habluminallah dan habluminannas dapat diperkuat ketika generasi muda mengenal penciptanya melalui doa, salat, dan ibadah lainnya.
Amirnas juga menyoroti tantangan yang dihadapi generasi muda, mulai dari penggunaan gadget hingga derasnya arus informasi dan media sosial. Menurutnya, kondisi tersebut membuat kegiatan seperti KPA diperlukan untuk mengingatkan peserta kembali pada kedekatan dan kecintaan kepada Allah.
Dalam pelaksanaannya, peserta mengikuti berbagai kegiatan seperti bonding, pembelajaran kepemimpinan, menghadapi tantangan, serta bekerja sama dengan peserta lain dari berbagai Jemaat lokal dan daerah. Kegiatan tersebut menjadi bagian dari proses belajar melalui pengalaman dan interaksi.
Baca juga: Stafsus Kemenag RI: Generasi Muda Perlu Perkuat Literasi untuk Rawat Kerukunan
Menurutnya, peserta juga belajar saling mengasihi, menghargai, berinteraksi, dan bekerja sama dengan teman dari latar belakang sosial yang berbeda. Pengalaman tersebut diharapkan dapat menumbuhkan nilai-nilai yang bermanfaat bagi kehidupan mereka.
Pimpinan Nasional JAI itu menyampaikan bahwa KPA Youth Camp 2026 juga mendapat amanat tertulis dari Hazrat Khalifatul Masih yang diterima sehari sebelum kegiatan dimulai. Salah satu pesan yang disampaikan kepada peserta berkaitan dengan pentingnya mendirikan salat lima waktu dan memperbanyak doa kepada Allah.
“Yang paling basic adalah yang harus diamalkan oleh setiap peserta dan juga pelajar Muslim Ahmadi, yaitu mereka harus betul-betul mengamalkan salat lima waktu dengan sebaik-baiknya,” pesannya.

Tidak ada Respon