Bogor, Warta Ahmadiyah — Keberagaman yang ditemui secara langsung menjadi pengalaman yang berkesan bagi Muhamad Farhan, Khuddamul Ahmadiyah Indonesia dari DKI Jakarta, saat mengikuti Peace Stand Up Nusantara: Amplifying Interfaith Youth Voices in Digital Spaces di Sentul, Bogor, 15–17 Agustus 2026.
Farhan melihat keberagaman peserta yang berasal dari berbagai agama dan kepercayaan sebagai gambaran wajah Indonesia yang ia temui dalam ruang perjumpaan tersebut.
“Saya sangat terkesan. Ternyata inilah wajah dari Indonesia. Saya merasa sangat berharga untuk bisa mengikuti acara ini,” ujarnya.
Baca juga: Memahami HAM Jadi Bekal Anak Muda Hadapi Ujaran Kebencian di Ruang Digital
Dari 25 peserta yang mengikuti program, Farhan menemukan tidak hanya peserta Muslim, tetapi juga pemuda dari kalangan penghayat kepercayaan dan komunitas lainnya. Perjumpaan tersebut memberinya kesempatan untuk mengenal pengalaman dan latar belakang peserta lain secara langsung.
Bagi Farhan, pengalaman tersebut juga menjadi ruang untuk belajar menyampaikan identitas yang selama ini belum banyak ia ungkapkan kepada khalayak umum. Ia berharap proses pembelajaran dalam Peace Stand Up Nusantara dapat membangun keberanian untuk berbicara mengenai identitasnya secara terbuka.
“Harapannya acara ini bisa melatih saya untuk berani mengungkapkan identitas yang saya miliki ke khalayak umum,” katanya.
Baca juga: Peace Stand Up Nusantara Beri Ruang Anak Muda Lintas Iman Bersuara
Menurutnya, status sebagai bagian dari kelompok minoritas tidak seharusnya mengurangi hak seseorang untuk menyampaikan identitas maupun pengalamannya. Setiap orang, menurut Farhan, memiliki hak yang sama sebagai manusia untuk menyatakan dirinya di ruang publik.
Pengalaman mengikuti Peace Stand Up Nusantara membuat Farhan melihat bahwa keberagaman tidak hanya dapat dipahami melalui konsep, tetapi juga melalui perjumpaan dengan orang-orang yang memiliki latar belakang berbeda.
Ia berharap pengalaman tersebut menjadi langkah awal untuk lebih percaya diri menyampaikan cerita dan identitasnya di ruang publik, sekaligus membangun pemahaman yang lebih luas mengenai keberagaman di Indonesia.

Tidak ada Respon