Ijtima Nasional Waqf-e-Nau Perkuat Pembinaan Calon Pemimpin Jemaat Masa Depan

Munadi AhmadNasional2 min
Ijtima Nasional Waqf-e-Nau 2026 di Kemang, Bogor, mempertemukan generasi muda untuk memperkuat ruh pengkhidmatan dan kepemimpinan.
A-AA+A++

Bogor, Warta Ahmadiyah — Menyiapkan pemimpin tidak dimulai ketika seseorang telah dewasa, tetapi jauh sebelumnya melalui pembinaan yang berkesinambungan. Semangat itu menjadi fokus Ijtima Nasional Waqf-e-Nau 2026 yang diselenggarakan Jemaat Muslim Ahmadiyah Indonesia di Kemang, Bogor, pada 1–2 Agustus 2026, dengan mengusung tema “Menguatkan Kembali Ruh Waqf dan Pengkhidmatan Waqf-e-Nau.”

Kegiatan tersebut mempertemukan anggota Waqf-e-Nau dari berbagai daerah di Indonesia untuk memperkuat ukhuwah, memperdalam pemahaman mengenai makna wakaf kehidupan, serta mempersiapkan generasi yang siap mengabdikan diri bagi Jemaat di masa depan.

Naib Amir Bidang Tarbiyat Jemaat Muslim Ahmadiyah Indonesia, Dr. Jayadih, mengatakan kebutuhan akan generasi pengkhidmat semakin penting di tengah perubahan zaman yang berlangsung sangat cepat.

Baca juga: Jemaat Ahmadiyah Pontianak Sambangi AJI, Bahas Kolaborasi Positif

“Saat ini kita sangat membutuhkan generasi yang teguh dalam kejemaatan. Anak-anak Waqf-e-Nau telah dipersiapkan menjadi pemimpin Jemaat di masa depan. Karena itu mereka harus dibekali keterampilan sekaligus diperkuat ibadahnya agar mampu menghadapi berbagai tantangan, termasuk perkembangan teknologi,” ujarnya.

Menurutnya, pembinaan Waqf-e-Nau tidak hanya diarahkan pada peningkatan kemampuan akademik maupun kepemimpinan, tetapi juga pada pembentukan karakter, keteguhan spiritual, dan semangat pengabdian yang menjadi fondasi seorang pemimpin.

Selama dua hari pelaksanaan, peserta mengikuti berbagai sesi tarbiyat, pembekalan mengenai pengkhidmatan, penguatan ruh Waqf-e-Nau, serta diskusi mengenai perencanaan pengabdian dan pengembangan kapasitas generasi muda. Kegiatan tersebut juga menjadi ruang silaturahmi bagi anggota Waqf-e-Nau dari berbagai wilayah yang selama ini menjalankan pembinaan di daerah masing-masing.

Baca juga: Direktur Setara Institute: Muslim Ahmadiyah membangun Perdamaian Dunia dari “Infrastruktur Kemanusiaan”

Dr. Jayadih menjelaskan bahwa Ijtima Nasional merupakan bagian dari proses pembinaan yang berkelanjutan. Setelah kembali ke daerah, para peserta diharapkan aktif mengikuti berbagai program pengembangan diri, mulai dari pembinaan Waqf-e-Nau, career planning, hingga kegiatan Khuddamul Ahmadiyah dan Kaderisasi Pemuda Ahmadiyah (KPA).

“Ijtima Nasional menjadi sarana untuk menyegarkan kembali pemahaman mereka tentang tugas dan tanggung jawab sebagai Waqf-e-Nau. Setelah kembali ke daerah, mereka harus terus aktif dalam berbagai kegiatan Jemaat agar semangat pengkhidmatan itu tetap tumbuh,” katanya.

Ia menegaskan bahwa keberlangsungan Jemaat pada masa mendatang sangat bergantung pada lahirnya generasi yang memiliki ruh pengabdian sejak usia muda.

“Eksistensi Jemaat di masa depan sangat ditentukan oleh kalian. Pemimpin-pemimpin Jemaat akan lahir dari generasi yang hari ini mempersiapkan diri dengan ilmu, ibadah, dan semangat pengkhidmatan.”