Dari UK untuk Dunia, Muslim Ahmadiyah terus perkuat Persaudaraan Kemanusiaan Global

Munadi AhmadMancanegara3 min
Sebanyak 51.181 peserta dari 117 negara mengikuti Jalsah Salanah UK 2026, membawa pesan persaudaraan dan perdamaian bagi dunia.
A-AA+A++

Hampshire, Warta Ahmadiyah — Ketika banyak negara masih menghadapi polarisasi, konflik, dan meningkatnya intoleransi, Jalsah Salanah UK 2026 menghadirkan pesan yang berbeda. Selama tiga hari 24-26 Juli 2026, lebih dari 51.181 peserta dari 117 negara berkumpul di Hadeeqatul Mahdi, Hampshire, Inggris, untuk memperkuat hubungan dengan Allah sekaligus mempererat persaudaraan antarmanusia.

Dalam pidato penutupan, Pimpinan Global Muslim Ahmadiyah, Khalifah ke-5, Hadhrat Mirza Masroor Ahmad (aba) mengingatkan bahwa ketakwaan bukan hanya diukur dari ibadah yang tampak, tetapi juga dari kemampuan menjaga hati tetap bersih dari segala bentuk kemusyrikan, baik yang nyata maupun yang tersembunyi.

Menurutnya, seorang Muslim tidak cukup hanya mengucapkan Lā ilāha illallāh, tetapi juga harus memastikan bahwa tidak ada sesuatu pun yang lebih diutamakan daripada Allah dalam kehidupan sehari-hari. Ketakwaan, kata beliau, menjadi fondasi bagi lahirnya akhlak, kejujuran, serta kepedulian terhadap sesama.

Baca juga: Direktur Setara Institute: Muslim Ahmadiyah membangun Perdamaian Dunia dari “Infrastruktur Kemanusiaan”

Pesan tersebut sejalan dengan perkembangan Jemaat Muslim Ahmadiyah di berbagai belahan dunia yang disampaikan dalam sesi ketiga Jalsah Salanah. Sepanjang tahun terakhir, Jemaat mencatat 267.596 baiat baru yang berasal dari lebih dari 600 suku dan bangsa, menunjukkan bahwa penyebaran Islam Ahmadiyah terus berlangsung di berbagai kawasan dunia.

Pertumbuhan tersebut diikuti dengan perluasan berbagai sarana pelayanan. Jemaat melaporkan berdirinya 133 masjid baru, sementara 49 masjid lainnya diperoleh melalui pembelian atau pengalihan fungsi bangunan. Selain itu, dibangun 127 rumah mubaligh baru untuk mendukung pelayanan di berbagai negara, serta 40 rumah sakit dan fasilitas kesehatan sebagai bagian dari pengabdian kepada masyarakat.

Di bidang penerjemahan Al-Qur’an, Jemaat kini telah menghadirkan Al-Qur’an dalam 79 bahasa, memperluas akses masyarakat dunia terhadap kitab suci Islam dalam bahasa yang mereka pahami.

Baca juga: Staf Khusus Kemenag RI saksikan nilai nilai Islam dalam Jalsah Salanah Internasional Muslim Ahmadiyah UK 2026

Laporan tahunan tersebut juga menunjukkan perkembangan yang menonjol di kawasan Asia. Indonesia tercatat sebagai negara dengan jumlah baiat baru terbanyak di Asia, disusul India dan Bangladesh. Data itu memperlihatkan bahwa Indonesia tetap menjadi salah satu pusat pertumbuhan Jemaat Muslim Ahmadiyah di kawasan.

Di luar angka-angka tersebut, Jalsah Salanah UK 2026 juga menjadi ruang perjumpaan bagi akademisi, tokoh perempuan, pegiat hak asasi manusia, organisasi masyarakat sipil, hingga pejabat publik dari berbagai negara untuk berdialog mengenai perdamaian, kebebasan beragama, pemberdayaan perempuan, dan perlindungan kelompok rentan. Seluruh rangkaian kegiatan disiarkan melalui Muslim Television Ahmadiyya (MTA International) di 95 titik siaran sehingga dapat diikuti jutaan pemirsa di berbagai belahan dunia.