Jalsah Salanah UK 2026 Ditutup, Satukan 51 Ribu Peserta dari 117 Negara

RedaksiSiaran Pers3 min
Jalsah Salanah UK 2026 berakhir diikuti 51.181 peserta dari 117 negara, memperkuat persaudaraan global melalui nilai-nilai Islam.
A-AA+A++

Hampshire, Inggris | 27 Juli 2026Jalsah Salanah UK 2026 resmi berakhir setelah selama tiga hari menghadirkan rangkaian pembinaan rohani, dialog, serta penguatan nilai-nilai kemanusiaan yang diikuti 51.181 peserta dari 117 negara. Pertemuan tahunan internasional Jemaat Muslim Ahmadiyah tersebut kembali menegaskan komitmennya dalam membangun perdamaian, persaudaraan, dan pelayanan kepada masyarakat melalui ajaran Islam.

Kegiatan diawali dengan khutbah Jumat, dilanjutkan pengibaran Liwa-e-Ahmadiyyat, serta pidato pembukaan oleh Khalifah Muslim Ahmadiyah, Hazrat Mirza Masroor Ahmad, yang mengajak seluruh peserta menjadikan ketakwaan sebagai tujuan utama Jalsah. Dalam amanatnya, Khalifah menegaskan bahwa keberhasilan menghadiri Jalsah tidak diukur dari jauhnya perjalanan atau lamanya mengikuti acara, melainkan dari perubahan akhlak dan kehidupan setelah kembali ke rumah.

Selama tiga hari penyelenggaraan, peserta mengikuti berbagai sesi yang membahas penguatan keluarga, pendidikan generasi muda, pemberdayaan perempuan, pengorbanan, pelayanan kemanusiaan, perkembangan dakwah Islam Ahmadiyah di berbagai belahan dunia, hingga pentingnya membangun masyarakat yang damai melalui ketakwaan, ilmu pengetahuan, dan akhlak.

Selain pembinaan rohani, Jalsah Salanah UK 2026 juga menjadi ruang dialog yang mempertemukan tokoh-tokoh dari berbagai negara dan latar belakang. Pada hari kedua dan ketiga, akademisi, pemimpin agama, aktivis hak asasi manusia, tokoh perempuan, serta perwakilan organisasi masyarakat sipil menyampaikan pandangan mengenai perdamaian, kebebasan beragama, pendidikan, pemberdayaan perempuan, dan penguatan kerja sama lintas komunitas di tengah meningkatnya tantangan global.

Dari Indonesia, hadir Koordinator Staf Khusus Kementerian Agama Republik Indonesia, Prof. Dr. Farid Fachruddin Saenong, yang menegaskan bahwa Islam sejak awal mengajarkan perdamaian sebagai cara hidup melalui penghormatan terhadap martabat setiap manusia. Sementara itu, Ketua Komisi Nasional Anti Kekerasan terhadap Perempuan Republik Indonesia, Maria Ulfah Anshor, mengangkat pentingnya pemberdayaan perempuan, perlindungan anak, serta penghormatan terhadap kelompok rentan sebagai fondasi masyarakat yang damai dan berkeadilan. Kehadiran para pembicara dari berbagai negara menunjukkan bahwa Jalsah Salanah tidak hanya menjadi forum pembinaan spiritual, tetapi juga ruang perjumpaan yang memperkuat dialog, saling pengertian, dan kolaborasi lintas bangsa.

Pada sesi khusus perempuan, Khalifah Muslim Ahmadiyah menekankan pentingnya peningkatan ilmu pengetahuan sebagai bekal utama perempuan dalam membina keluarga dan melahirkan generasi masa depan yang berakhlak, berwawasan luas, dan mampu memberikan kontribusi positif bagi masyarakat.

Pada sesi laporan perkembangan Jemaat, Khalifah Muslim Ahmadiyah menyampaikan berbagai capaian global, termasuk berdirinya 398 Jemaat baru di 811 lokasi, pembangunan 133 masjid baru, penambahan 127 rumah mubaligh, 40 rumah sakit, penerjemahan Al-Qur’an ke dalam 79 bahasa, serta bergabungnya 267.596 anggota baru dari lebih dari 600 bangsa. Indonesia tercatat sebagai negara dengan jumlah anggota baru terbanyak di kawasan Asia.

Salah satu puncak penyelenggaraan adalah Bai’at Internasional, ketika puluhan ribu peserta dari berbagai bangsa memperbarui komitmen spiritual mereka secara serentak di hadapan Khalifah Muslim Ahmadiyah sebagai bentuk pembaruan tekad untuk meningkatkan ketakwaan, akhlak, dan pengabdian kepada Allah serta sesama manusia.

Dari total peserta, sekitar 24 ribu laki-laki dan 23 ribu perempuan hadir secara langsung di Hadeeqatul Mahdi, mencerminkan tingginya partisipasi keluarga serta masyarakat dari berbagai bangsa, budaya, dan profesi dalam satu pertemuan internasional.

Melalui Jalsah Salanah UK 2026, Jemaat Muslim Ahmadiyah kembali menegaskan komitmennya menghadirkan Islam sebagai agama yang mendorong ketakwaan, pendidikan, pelayanan kemanusiaan, penghormatan terhadap martabat manusia, serta persaudaraan lintas bangsa. Nilai-nilai tersebut diharapkan terus menjadi kontribusi nyata dalam membangun dunia yang lebih damai, inklusif, dan saling menghormati.

Media Center Nasional
Jemaat Muslim Ahmadiyah Indonesia