Jalsah Salanah UK 2026 Hadirkan Ruang Persaudaraan Global, Tokoh Indonesia Turut Ambil Bagian

RedaksiSiaran Pers2 min
Puluhan ribu peserta dari lebih 100 negara akan berkumpul dalam Jalsah Salanah UK 2026 untuk memperkuat persaudaraan dan perdamaian dunia.
A-AA+A++

London, Warta Ahmadiyah — Di tengah meningkatnya polarisasi, konflik, dan tantangan kehidupan antarbangsa, Jalsah Salanah UK 2026 kembali menghadirkan ruang perjumpaan yang mempertemukan puluhan ribu peserta dari lebih dari 100 negara dalam semangat persaudaraan, dialog, dan perdamaian.

Pertemuan tahunan internasional Jemaat Muslim Ahmadiyah tersebut akan berlangsung pada 24–26 Juli 2026 di Hadeeqatul Mahdi, Hampshire, Inggris. Selama lebih dari satu abad, Jalsah Salanah berkembang dari sebuah pertemuan sederhana menjadi salah satu forum Islam internasional yang menghadirkan peserta dari berbagai bangsa, bahasa, budaya, dan profesi dalam satu majelis yang dipimpin oleh Khalifatul Masih V, Hazrat Mirza Masroor Ahmad.

Mengusung prinsip “Love for All, Hatred for None”, Jalsah Salanah menjadi forum pembinaan spiritual sekaligus ruang dialog mengenai perdamaian dunia, penguatan keluarga, pendidikan generasi muda, pelayanan kemanusiaan, serta pentingnya membangun kehidupan yang harmonis di tengah masyarakat yang majemuk.

Tahun ini, Indonesia turut mengirimkan rombongan yang terdiri atas pengurus Jemaat Muslim Ahmadiyah Indonesia serta sejumlah tokoh nasional dari berbagai latar belakang, antara lain Ahmad Fuad Fanani (Presidium Jaringan Intelektual Muda Muhammadiyah/JIMM), Farid Fachruddin Saenong (Staf Khusus Menteri Agama RI Bidang Moderasi Beragama), Maria Ulfah Anshor (Ketua Komnas Perempuan dan tokoh Fatayat NU), serta Halili Hasan (Direktur Eksekutif SETARA Institute).

Kehadiran para tokoh tersebut diharapkan menjadi kesempatan untuk menyaksikan secara langsung bagaimana nilai-nilai persatuan, toleransi, dan kehidupan Islam yang damai dipraktikkan dalam sebuah komunitas Muslim internasional yang berasal dari beragam bangsa dan budaya.

Selama tiga hari pelaksanaan, peserta akan mengikuti berbagai sesi utama, termasuk pidato-pidato Khalifatul Masih V, diskusi mengenai isu-isu kemanusiaan dan perdamaian, serta rangkaian kegiatan yang mencerminkan semangat pengabdian dan persaudaraan lintas negara.

Media Center Nasional Jemaat Muslim Ahmadiyah Indonesia akan menyampaikan laporan, dokumentasi, wawancara, dan perkembangan kegiatan secara berkala dari lokasi penyelenggaraan di Inggris.

Media Center Nasional
Jemaat Muslim Ahmadiyah Indonesia