Halili Hasan Hadiri Jalsah Salanah UK 2026, Pelajari Persatuan dan Perdamaian

Munadi AhmadNasional3 min
kehadiran Halili Hasan dalam pertemuan internasional Jemaat Muslim Ahmadiyah tersebut berangkat dari kesamaan nilai yang selama ini diperjuangkan bersama.
A-AA+A++

Tangerang, Warta Ahmadiyah — Di tengah berbagai tantangan toleransi dan kehidupan keberagaman di Indonesia, ruang-ruang perjumpaan lintas bangsa dinilai penting untuk menghadirkan pengalaman langsung mengenai persatuan dan perdamaian. Semangat itulah yang mendorong Direktur Eksekutif SETARA Institute, Halili Hasan, bergabung dalam rombongan Indonesia menuju Jalsah Salanah UK 2026 melalui Terminal 3 Bandara Internasional Soekarno-Hatta, Tangerang, Minggu (19/7/2026).

Bagi Halili, kehadirannya dalam pertemuan internasional Jemaat Muslim Ahmadiyah tersebut berangkat dari kesamaan nilai yang selama ini diperjuangkan bersama, khususnya dalam bidang kemanusiaan, pelayanan sosial, dan penguatan toleransi.

“Nilai SETARA dan Jemaat Ahmadiyah saya kira sama. Kita sama-sama bekerja untuk kemanusiaan, pelayanan sosial, dan memajukan toleransi. Karena itu, tidak sulit bagi saya untuk menerima undangan menghadiri Jalsah Salanah UK tahun ini,” ujarnya.

Baca juga: Tokoh Perempuan Hadiri Jalsah Salanah UK 2026, Maria Ulfah: Ini Perjalanan Spiritual dan Persahabatan

Selain menjadi kesempatan untuk menyaksikan langsung pertemuan internasional yang dihadiri puluhan ribu peserta dari berbagai negara, Halili mengaku ingin mempelajari bagaimana nilai-nilai perdamaian dan persaudaraan diwujudkan dalam kehidupan sebuah komunitas global.

Menurutnya, pengalaman Indonesia selama ini menunjukkan bahwa persoalan diskriminasi, intoleransi, dan persekusi terhadap kelompok minoritas masih menjadi tantangan bersama. Karena itu, ia ingin melihat secara langsung bagaimana komunitas Muslim Ahmadiyah mampu mempertahankan komitmen pada nilai-nilai perdamaian di tengah berbagai tantangan yang dihadapi.

“Salah satu hal yang menurut saya luar biasa dari Ahmadiyah adalah kemampuannya mencapai resiliensi sebagai sebuah komunitas. Prinsip Love for All, Hatred for None menunjukkan bahwa perdamaian dapat menjadi cara merespons berbagai situasi yang dihadapi.”

Baca juga: Tokoh Lintas Organisasi Berangkat ke Jalsah Salanah UK 2026, Perkuat Dialog dan Persaudaraan Global

Direktur Eksekutif SETARA Institute tersebut menilai tidak banyak komunitas yang mampu tetap berpijak pada nilai-nilai non-kekerasan ketika menghadapi tekanan dan diskriminasi. Pengalaman tersebut, menurutnya, menjadi pelajaran penting yang ingin ia amati secara langsung selama mengikuti Jalsah Salanah UK.

“Saya ingin menyaksikan bagaimana Jalsah memberikan refleksi sosial, bukan hanya refleksi teologis. Itu menjadi pelajaran penting tentang bagaimana sebuah komunitas tetap bertahan dan terus membangun perdamaian di tengah situasi keberagaman yang tidak selalu baik-baik saja.”