Bandung, Warta Ahmadiyah- Jemaat Ahmadiyah Bandung mendapat kunjungan dari akademisi UIN Sunan Gunung Djati Bandung dalam rangka mempererat dialog lintas pemikiran keagamaan.
Belasan mahasiswa dan mahasiswi beserta dosen pembimbing dari UIN Sunan Gunung Djati Bandung mengunjungi Masjid Mubarak Jemaat Ahmadiyah di Jalan Pahlawan No. 71, Bandung, pada Jumat 22 Mei 2026 pagi.
Kunjungan ini juga dihadiri oleh perwakilan dari Initiative of Change (IoC).
Baca juga: Pendidikan dan Karir Masa Depan Jadi Fokus AMSEC 2026 bagi Pelajar Ahmadiyah
Kegiatan bertujuan membangun dialog yang mencerahkan dan saling memahami perbedaan tanpa menghakimi.
Mubaligh Jemaat Muslim Ahmadiyah Bandung, Mln. Iskandar Gumay membuka sesi dengan memaparkan bahwa Ahmadiyah mengaku sebagai bagian dari Islam.
Ia menyampaikan persamaan Ahmadiyah dengan Islam pada umumnya, serta menayangkan video tentang Khalifah Ahmadiyah yang disebut sebagai pejuang perdamaian dunia.
Baca juga: Jemaat Ahmadiyah Purwokerto Sambut Hangat Kunjungan Mahasiswa UIN Saizu di Peace Center
Selanjutnya, perwakilan pemuda Ahmadiyah Bandung, Ahmad Mukhtadim menjelaskan sejarah dan kiprah Ahmadiyah di Indonesia.
Ia menyebutkan bahwa Ahmadiyah mulai dikenal Nusantara melalui pelajar asal Padang yang belajar di Qadian.
Kemudian secara resmi hadir di Indonesia pada 1925 melalui utusan Khalifah Ahmadiyah II, Hz. Mirza Basyiruddin Mahmud Ahmad, yaitu Mln. Rahmat Ali HAOT.
Baca juga: DKM Masjid Mahmudah Jemaat Ahmadiyah Gondrong Hadiri Silaturahmi Akbar, Perkuat Sinergi
Dalam sesi diskusi, peserta menunjukkan rasa ingin tahu yang tinggi dengan mengajukan banyak pertanyaan. Panitia memberikan jawaban langsung dan membagikan berbagai buku untuk mengenal lebih jauh Ahmadiyah.

Tidak ada Respon