Yogyakarta, Warta Ahmadiyah– Jemaat Ahmadiyah dinilai menunjukkan pendekatan moderat hingga progresif dalam memberikan ruang bagi perempuan untuk berkiprah di ruang publik.
Hal tersebut mengemuka dalam talkshow dan Roadshow Bedah Buku Seratus Tahun Bersama: Menenun Resiliensi, Meneguhkan Identitas Bangsa dan Solidaritas Kemanusiaan di Yogyakarta, Rabu 6 Mei 2026
Guru Besar UIN Sunan Kalijaga, Prof. Alimatul Qibtiyah menyampaikan pengalamannya saat menghadiri Jalsah Salanah di Inggris yang diikuti puluhan ribu peserta dari berbagai negara.
Baca juga: Lajnah Imaillah Bogor Raya Gelar Ijtima Daerah, Berbagi Kisah Inspiratif
Ia menilai kegiatan tersebut menunjukkan kuatnya budaya organisasi dan sistem kaderisasi Ahmadiyah.
“Perempuan terlibat aktif dalam kepanitiaan dan tampil di ruang publik. Ini mencerminkan pendekatan yang relatif progresif dalam partisipasi perempuan,” ujar Prof Alimatul.
Menurutnya, dalam konteks keluarga, perempuan tetap diposisikan sebagai pilar utama, namun di sisi lain diberi ruang luas untuk berkiprah di berbagai bidang.
Konsep Rabtah Jemaat Ahmadiyah Disorot Dosen UGM
Sementara itu, Dr. Zainal Abidin Bagir menyoroti pentingnya memahami Ahmadiyah secara utuh melalui dialog dan interaksi langsung.