Yogyakarta, Warta Ahmadiyah- Jemaat Ahmadiyah DI Yogyakarta turut berpartisipasi aktif dalam kegiatan dialog lintas iman bertajuk ‘Kongkow Bareng Gusdurian Jogja x Pusat Pastoral Mahasiswa DIY’.
Sebuah kegiatan yang berlangsung di Pusat Pastoral Mahasiswa DIY, Selasa 31 Maret 2026
Acara mengusung tema ‘Pendidikan dan Hak-hak Beragama’ dan menghadirkan peserta dari berbagai latar belakang agama, termasuk Katolik, Protestan, Ortodoks, Penghayat Kepercayaan, dan Muslim dari Jemaat Ahmadiyah.
Baca juga: Bulan Penuh Berkah, Jemaat Ahmadiyah Pagedangan Bagikan 110 Takjil Gratis
Rangkaian kegiatan diawali dengan Parade of Speech. Lima narasumber berbagi pengalaman terkait akses pendidikan dan hak beragama.
Setiap penyampaian singkat, padat, dan reflektif, diselingi penampilan puisi dan musik interaktif yang menciptakan suasana hangat dan akrab.
Selanjutnya, peserta mengikuti sesi World Cafe dengan rotasi ke lima stan diskusi.
Baca juga: Silaturahmi Amirnas ke Mendikdasmen, Jemaat Ahmadiyah Perkenalkan Program Rumah Belajar
Salah satunya adalah stan Jemaat Muslim Ahmadiyah Yogyakarta, yang menampilkan Al-Quran terjemahan dalam berbagai bahasa dan buku-buku terbitan Jemaat.
Program penerjemahan Al-Quran Jemaat Muslim Ahmadiyah telah mencapai sekitar 80 bahasa dari target 100 bahasa.
Peserta juga memperoleh penjelasan mengenai keyakinan Jemaat Ahmadiyah.
Mubaligh Daerah Jemaat Ahmadiyah DIY, Mln. Basyiruddin Suhartono, menyampaikan Sabda Nabi Muhammad SAW tentang rukun Islam.
Baca juga: Ajarkan Kebaikan, Lajnah Imaillah Papua Ajak Anak-Anak Berbagi Takjil ke Warga
Ia menegaskan bahwa warga Jemaat Ahmadiyah melaksanakan lima rukun Islam di manapun berada.
Diskusi berlangsung aktif, terbuka, dan partisipatif. Para peserta mendapat pemahaman objektif dengan mendengar langsung dari sumbernya.
Kegiatan ini dinilai mampu menjembatani perbedaan dan mengurangi prasangka yang salah.
Mln. Basyiruddin menyampaikan kesan positif, berharap acara ini bisa rutin digelar.
“Semoga acara dan kegiatan ini bisa berjalan terus. Acara tersebut dapat menjadi jembatan untuk mendapatkan informasi dari sumbernya langsung,” ujarnya.
Kesempatan sama, Mln. Waleed Ahmad Loun, menyampaikan bahwa kegiatan semacam ini sangat baik.
Pasalnya dapat memberi ruang bagi kelompok minoritas untuk menyampaikan pengalaman dan membangun solidaritas. *
Kontributor: Rakhmat Fithri Adi
Editor: Talhah Lukman A