Tasikmalaya, Warta Ahmadiyah- Jemaat Ahmadiyah Tenjowaringin memperkuat silaturahmi dengan tokoh agama dan tokoh masyarakat setempat melalui kegiatan buka puasa bersama bertajuk Tenjowaringin Ngahiji, Senin 2 Maret 2026.
Acara digelar di Aula Desa Tenjowaringin dan juga dirangkaikan dengan sosialisasi zakat fitrah.
Kegiatan dimulai pukul 16.30 WIB dan berlangsung hingga menjelang waktu berbuka puasa.
Baca juga: Humanity First Indonesia Prioritaskan Pendidikan Anak-Anak Korban Banjir di Aceh
Hadir dalam kegiatan ini para Ketua DKM se-Desa Tenjowaringin, mubalighin, serta Ketua Badan Wilayah.
Kehadiran tokoh agama dan tokoh masyarakat menjadi simbol komitmen memperkuat ukhuwah antarwarga dan Jemaat Ahmadiyah.
Acara dibuka secara resmi oleh Sekretaris Desa Tenjowaringin, Nandang Supranto.
Baca juga: Puluhan Peserta Hadiri Ijtima Waqaf e Nou Riau di Pangkalan Kerinci
Dalam sambutannya, Nandang menyampaikan apresiasi atas kegiatan yang mempererat hubungan sosial dan keagamaan di bulan Ramadhan.
Kepala Desa Tenjowaringin, Idi Abdul Hadi, berharap desa semakin maju dalam berbagai aspek, baik sosial, keagamaan, maupun ekonomi.
Ia menekankan pentingnya persatuan dan kebersamaan sebagai fondasi membangun desa yang harmonis.
Baca juga: Bulan Penuh Berkah, Jemaat Ahmadiyah Pagedangan Bagikan 110 Takjil Gratis
Agenda utama kegiatan adalah sosialisasi zakat fitrah, dipimpin Ketua MUI Desa, Ustaz Aceng.
Ustaz Aceng menjelaskan ketentuan, tata cara, dan hikmah zakat fitrah menjelang Idulfitri.
Ia mengajak masyarakat menunaikan zakat fitrah tepat waktu dan sesuai syariat agar manfaatnya diterima pihak berhak.
Diskusi interaktif berlangsung, peserta menyampaikan pertanyaan seputar teknis pengumpulan dan distribusi zakat fitrah di desa.
Acara dilanjutkan dengan forum Tenjowaringin Ngahiji yang diketuai Muslih Nasir Ahmad, membahas program dan pertemuan rutin bulanan antar elemen masyarakat.
Muslih Nasir Ahmad yang juga ketua Jemaat Muslim Ahmadiyah Citeguh memimpin bahasan mengenai target yang disepakati.
Seperti penyelenggaraan pertemuan rutin satu bulan sekali sebagai upaya menjaga komunikasi dan konsolidasi antar elemen masyarakat.
Buka puasa bersama semakin menghangatkan suasana, peserta menikmati hidangan sederhana sambil mempererat hubungan personal dan nilai toleransi, empati, serta solidaritas sosial di bulan Ramadhan. *
Kontributor: Taopik Romadhon
Editor: Talhah Lukman A