Sintang, Warta Ahmadiyah- Jemaat Muslim Ahmadiyah Sintang menggelar kajian Siratunnabi Muhammad SAW setelah sholat Jumat di Masjid Baitul Islam 9 Januari 2026.
Tema ini juga dibahas dalam khutbah Jumat, menjadi momen penting bagi jamaah untuk memperkuat pemahaman tentang keteladanan Rasulullah dalam kehidupan sehari-hari.
Kajian disampaikan oleh Mln. Mukhlis Ahmad, sabiq mubaligh Jemaat Ahmadiyah yang mengutip pesan Khalifah Ahmadiyah ke-V, Hadhrat Mirza Masroor Ahmad atba, mengenai keteladanan Nabi SAW.
Baca juga: Kemanusiaan Tanpa Pamrih, Catatan Relawan Humanity First di Aceh Tamiang
Ia menekankan pandangan pendiri Jemaat Ahmadiyah, Hadhrat Mirza Ghulam Ahmad, Imam Mahdi as tentang kecenderungan fitrah manusia untuk selalu dekat dengan Allah Taala, yang menjadi fondasi spiritual seorang mukmin.
Keteladanan Nabi terlihat jelas dalam ibadah yang konsisten, doa yang khusyuk, dan kedekatan yang sempurna dengan Allah.
Peristiwa Miraj menjadi momen paling suci dalam Islam, menunjukkan hubungan istimewa Nabi SAW dengan Allah Taala dan mengajarkan fana dalam kecintaan kepada-Nya.
Baca juga: Liburan Sekolah, Anak-Anak Ahmadi Bogor Kunjungi Vihara Dhanagun
Dalam Surah An-Najm ayat 8-9 dijelaskan: “Kemudian dia mendekat, lalu bertambah dekat lagi, maka jadilah dia dekat sejarak dua ujung busur panah atau lebih dekat lagi.”
Kegiatan ini menjadi pengingat bagi anggota Jemaat Muslim Ahmadiyah Sintang untuk meneladani keteladanan Nabi Muhammad SAW dalam keimanan, ibadah, dan kecintaan kepada Allah, serta menumbuhkan kerinduan kepada Tuhan.
Baca juga: Soroti Sejarah Terjemah dan Tafsir di Indonesia, Seminar Al Quran Tasyakur
Jamaah diajak untuk senantiasa rindu melaksanakan sholat sebagai miraj pribadi setiap mukmin.
Nilai-nilai tersebut diharapkan memperkuat kehidupan ruhani sekaligus menghadirkan Islam yang damai, sejuk, dan penuh keteladanan di tengah masyarakat. *
Kontributor: Sajid Ahmad S
Editor: Talhah Lukman A