Tujuan Akhir Keluarga adalah Pengabdian kepada Allah

Munadi AhmadKhuddam2 min
Keluarga bagi Muslim bukan sekadar hidup bersama, tetapi menjadi ruang pengabdian kepada Allah Taala, demikian disampaikan Mln. Murtiyono Yusuf Ismail.
A-AA+A++

Bogor, Warta Ahmadiyah — Pernikahan bagi seorang Muslim merupakan bagian dari perjalanan pengabdian kepada Allah Taala. Hal tersebut disampaikan Mln. Murtiyono Yusuf Ismail, Mubaligh Daerah Markaz, dalam Khuddam Connect 30+ bertema “Menata Bahtera Keluarga Ahmadi” di Gedung Peace Center Jemaat Muslim Ahmadiyah Indonesia, 3 Oktober 2026.

Mln. Murtiyono mengingatkan bahwa Islam telah mengajarkan tujuan penciptaan manusia adalah untuk mengabdi kepada Allah Taala. Karena itu, tujuan pernikahan juga perlu diarahkan pada penghambaan kepada-Nya.

Menurutnya, seorang suami memiliki tanggung jawab untuk membawa keluarganya tetap berada dalam jalur tersebut. Hal itu berlaku sejak anak masih kecil, memasuki masa remaja, hingga dewasa dan membangun keluarganya sendiri.

Baca juga: Khuddam Connect Nasional Bahas Cara Menata Bahtera Keluarga

“Bagaimana seorang suami membawa seluruh keluarganya, dari kecil, remaja, dewasa, hingga dia menikah, putra-putrinya, tetapi tetap dalam jalur tauhid, pengabdian atau penghambaan kepada Allah Subhanahu wa Taala,” ujarnya.

Dengan demikian, keluarga tidak hanya dipandang sebagai tempat membangun kehidupan bersama, tetapi juga sebagai lingkungan untuk menanamkan arah hidup kepada generasi berikutnya. Nilai agama menjadi bagian yang terus dijaga dalam perjalanan keluarga.

Baca juga: Bukan Sekadar Seremoni, Jemaat Ahmadiyah Purwokerto Ambil Bagian dalam Gerakan Pemuda Banyumas

Pandangan tersebut sejalan dengan tujuan Khuddam Connect 30+ yang menempatkan kehidupan rohani, pendidikan anak, dan pembentukan generasi sebagai bagian penting dalam kehidupan rumah tangga.

Pada akhirnya, menurut Mln. Murtiyono, perjalanan panjang sebuah keluarga bermuara pada satu tujuan: menjaga seluruh anggota keluarga tetap berada dalam pengabdian kepada Allah Taala.