Jemaat Ahmadiyah Indonesia Antisipasi Dampak Perang Terhadap Rantai Pasok Pangan

Munadi AhmadNasional2 min
A-AA+A++

Jakarta, Warta Ahmadiyah — Amir Nasional Jemaat Muslim Ahmadiyah Indonesia, Zaki Firdaus Syahid, memaparkan luasnya skala ancaman krisis global dalam rapat koordinasi nasional pada Selasa (3/11).

“Berdasarkan laporan terbaru dari Pusat Jemaat Ahmadiyah Internasional, per hari ini sudah 52 negara resmi mengumumkan kepada warganya untuk bersiaga menyimpan stok makanan dan kebutuhan pokok,” ungkap Zaki Firdaus Syahid.

Baca juga: Antisipasi Krisis Global JAI Mantapkan Sinergi dan Tanggap Darurat Nasional

Angka peringatan kewaspadaan negara tersebut diketahui melonjak cepat dari data awal yang sebelumnya hanya mencakup 33 negara. “Hal ini menjadi indikator nyata bahwa eskalasi krisis dan gangguan darurat global sudah berada di depan mata,” jelasnya.

Kondisi faktual ini sangat selaras dengan peringatan Khalifah Islam Ahmadiyah V sebelumnya mengenai ancaman krisis ketahanan pangan dunia pada Khutbah Juma’at lalu. “Bencana tidak melulu soal peperangan langsung, tetapi dampaknya pada gangguan rantai pasok pasti akan sampai kepada kita,” tambahnya.

Arahan spesifik mengenai ketahanan pangan ini merujuk langsung pada pesan yang pernah ditekankan oleh Huzur pada 8 Maret 2024 lalu. “Beliau menasihatkan agar kita menyimpan persediaan makanan setidaknya untuk dua hingga tiga bulan, karena stok tersebut akan tetap bermanfaat meskipun tidak ada perang,” tuturnya.

Baca juga: LKSA Hasanah Kautsar Perkenalkan Program Kemandirian dan Ketahanan Pangan Lewat Siaran Radio

Menyikapi eskalasi tersebut, kepengurusan pusat telah mengeluarkan petunjuk resmi terkait langkah persiapan keluarga Ahmadi di seluruh Indonesia. “Petunjuk ini ditujukan sebagai panduan terarah agar setiap keluarga benar-benar siap menghadapi kemungkinan terburuk,” paparnya.

Para Ketua Jemaat Lokal di seluruh daerah diinstruksikan untuk segera berkoordinasi dengan seluruh badan organisasi di wilayahnya. “Setiap pengurus cabang wajib menyosialisasikan petunjuk ini agar seluruh anggota dapat melakukan persiapan yang diperlukan,” katanya.

Di penghujung arahannya, ia kembali mengingatkan bahwa pada fase darurat, ketersediaan waktu dan logistik sangatlah krusial. “Kesiapsiagaan mandiri dari setiap keluarga adalah kunci utama keselamatan saat krisis benar-benar terjadi,” tegasnya.