Jakarta, Warta Ahmadiyah — Staf Khusus Menteri Agama Republik Indonesia, H. Gugun Gumilar, M.A., Ph.D., memberikan dukungan penuh terhadap penyelenggaraan Jalsa Salanah Jemaat Ahmadiyah Indonesia di Desa Tenjowaringin, Tasikmalaya. Dukungan ini diberikan sebagai bentuk apresiasi pemerintah terhadap kegiatan keagamaan tahunan yang bertujuan membina kerohanian dan kedamaian.
Pejabat yang membidangi Kerukunan dan Pelayanan Agama tersebut memandang Jalsa Salanah secara objektif sebagai wadah peribadatan yang sangat positif. Ia menyoroti bahwa rangkaian acara sentral ini murni diisi dengan aktivitas spiritual, seperti salat lima waktu berjemaah, qiyamul lail atau tahajud, hingga berbagai ceramah keislaman.
Baca juga: Tokoh Muhammadiyah Bagikan Pengalaman Langsung Hadiri Kegiatan JAI
“Saya mendukung pelaksanaan Jalsah Salanah sebagai kegiatan keagamaan yang perlu disikapi secara bijaksana,” tegas Gugun Gumilar dalam pernyataan tertulisnya terkait agenda tahunan JAI tersebut.
Menurutnya, penilaian terhadap suatu kegiatan keagamaan harus dilakukan secara proporsional dengan melihat langsung bentuk aktivitas ibadahnya yang bernilai kebaikan. Ia mengingatkan agar masyarakat luas dapat bersikap lebih objektif dan tidak semata-mata menjustifikasi suatu acara dari identitas kelompok penyelenggaranya saja.
Gugun berharap nuansa kerohanian yang dibangun dalam Jalsa Salanah dapat memancarkan kedamaian bagi seluruh peserta maupun lingkungan sekitarnya. Ia turut mendorong seluruh pihak untuk selalu menggunakan pendekatan yang konstruktif dan saling menghargai.
Baca juga: Buktikan Agama Jadi Solusi, Tokoh SPP Puji Gerakan Kemanusiaan JAI
“Kami berharap pelaksanaan Jalsah Salanah dapat disikapi dengan mengedepankan dialog, ketertiban, dan penghormatan,” tambahnya untuk memastikan suasana sosial yang tetap kondusif.
Dukungan positif dari unsur Kementerian Agama ini diharapkan mampu mengiringi jalannya Jalsa Salanah agar senantiasa berlangsung lancar dan khidmat. Momentum perjumpaan tahunan ini dinilai tepat menjadi sarana untuk mempererat tali silaturahmi antarwarga.
Pernyataan Staf Khusus Menag ini sekaligus menjadi pesan penting bagi upaya merawat keharmonisan di tengah masyarakat yang beragam. Perbedaan keyakinan diharapkan tidak pernah menjadi penghalang bagi terciptanya kerukunan hidup berbangsa yang damai.

Tidak ada Respon