Yogyakarta, Warta Ahmadiyah- Jemaat Muslim Ahmadiyah Yogyakarta dan Sleman mengadakan Peringatan Hari Muslih Mauud yang dirangkai dengan buka bersama pada Sabtu, 21 Februari 2026, pukul 16.00–18.00 WIB, bertempat di Masjid Fadhli Umar, Jl. Atmosukarto No. 15, Kotabaru, Yogyakarta.
Kegiatan ini menghadirkan Mln. Mujiburrahman Abadi Susman dari Cabang Gunungkidul, DIY, sebagai pembicara utama.
Dalam pemaparannya dijelaskan bahwa dalam Jemaat Ahmadiyah, Muslih Mau’ud berarti Pembaharu yang Dijanjikan.
Merujuk pada nubuwatan yang diyakini diterima oleh Mirza Ghulam Ahmad pada 20 Februari 1886 tentang kelahiran seorang putra yang akan berperan besar dalam kebangkitan Islam.
Nubuwatan tersebut diyakini tergenapi pada diri Hadhrat Mirza Basyiruddin Mahmud Ahmad, Khalifatul Masih II, yang memimpin Jemaat Ahmadiyah selama 52 tahun sejak 1914.
Kepemimpinan beliau menandai fase konsolidasi dan ekspansi global jemaat.
Melalui pendirian Nazarat Da‘wat wa Tabligh serta gerakan Tahrik Jadid tahun 1934, dakwah internasional berkembang hingga berdiri di 46 negara pada kewafatan beliau.
Kunjungan ke Eropa dan publikasi karya monumental seperti Tafsir Kabir, Anwarul ‘Ulum, dan Khutbaat-e Mahmud semakin memperkuat posisi Jemaat di tingkat dunia.
Acara ini dihadiri hampir 60 peserta, serta turut dihadiri perwakilan Takmir Masjid At-Taqwa Kotabaru, Pak Jatmika dan Pak Masduki, serta Bhabinkamtibmas Kelurahan Kotabaru, Aiptu Kobhet S., Polsek Gondokusuman, dalam suasana penuh kebersamaan dan ukhuwah. *
Kontributor: Rakhmat Fithri Adi
Editor: Talhah Lukman A