Majalengka, Warta Aamdiyah- Jemaat Ahmadiyah Indonesia (JAI) ikut diskusi publik bertema pendidikan dan kesadaran geopolitik umat Islam di Ponpes Al-Mizan, Majalengka, Selasa 29 April 2026.
Kegiatan di Aula Pesantren Al-Mizan, Kasokandel, dihadiri santri dan berbagai organisasi seperti Kumparan, Gusdurian, IJABI, dan Jemaat Muslim Ahmadiyah
Dua narasumber hadir, yakni KH. Dr. Maman Imanulhaq Faqih dan KH. Miftah Fauzi Rakhmat dalam forum diskusi tersebut di pesantren.
Baca juga: Silaturahmi Jemaat Ahmadiyah Pontianak ke Kemenag, Tekankan Harmoni dan Kebebasan Berkeyakinan
Maman menegaskan pentingnya pendidikan karakter dalam menjaga persatuan umat di Indonesia.
“Kita hancur karena kebodohan, perpecahan, dan mudahnya saling mengkafirkan. Umat juga terlalu mudah diprovokasi,” ujarnya.
Adapun KH Miftah menyoroti ketahanan negara dengan contoh Iran yang mampu bertahan di tengah tekanan ekonomi panjang serta kemandirian teknologi pertahanan.
Baca juga: Jemaat Ahmadiyah Serang Silaturahmi dengan Wakil Ketua Umum MUI Banten
Ia menilai konflik Iran juga terkait sikap politik terhadap Palestina dan kegagalan lembaga internasional khususnya isu Palestina.
Sebagai penutup, pengasuh Ponpes Al-Mizan, KH. Asep, menyampaikan tujuan fundamental dari diselenggarakannya diskusi ini. Ia berharap para santri mendapatkan wawasan yang luas sehingga tidak mudah terhasut oleh isu-isu yang berpotensi memecah belah umat.
Sementara itu, Mubaligh Jemaat Ahamdiyah Sadasari, Mln. Abdul Basith yang hadir dalam diskusi mengingatkan pentingnya ruang dialog lintas kelompok dalam memperkuat nilai toleransi dan keharmonisan sosial.