AMMA & JAI Manislor Edukasi Warga Kenali Gejala Awal Stroke

Munadi AhmadDaerah2 min
“Peduli, Pencegahan & Pulih Bersama Penderita Stroke” jadi tema dalam kegiatan Talkshow yang digelar oleh JAI Manislor dan AMMA atau Ahmadiyya Muslim Medical Association pada kesempatan ini.
A-AA+A++

Kuningan, Warta Ahmadiyah — Mengenali gejala stroke sejak awal menjadi salah satu pesan utama dalam talk show kesehatan yang digelar Jemaat Ahmadiyah Manislor bersama Ahmadiyya Muslim Medical Association (AMMA) Indonesia, Sabtu malam, 26 September 2026.

Mengangkat tema “Peduli, Pencegahan & Pulih Bersama Penderita Stroke”, kegiatan menghadirkan dr. Engkun Sumarna, DHMS dan dr. Deden Djatnika, Sp.PD, KHOM sebagai narasumber. Keduanya membahas pencegahan, penanganan awal, dan dukungan bagi penderita stroke.

Dr. Deden mengingatkan keluarga agar tidak menunda membawa seseorang ke fasilitas kesehatan ketika gejala stroke mulai muncul. Menurutnya, keterlambatan penanganan dapat memengaruhi proses pertolongan pada fase awal.

Baca juga: Khalifah Ingatkan Pentingnya Mensyukuri Karunia & Memahami Makna Ketaatan

“Kesalahan yang sering terjadi adalah terlambat membawa penderita ke rumah sakit,” ujarnya.

Selain penanganan awal, keluarga memiliki peran dalam proses pemulihan. Dukungan diperlukan agar penderita menjalani pengobatan secara teratur, baik pada masa awal maupun dalam jangka panjang.

Pencegahan juga menjadi bagian penting dalam pembahasan. Masyarakat diimbau menjaga gaya hidup dengan menghindari rokok, berolahraga teratur, serta menerapkan pola makan bergizi seimbang dan membatasi makanan terlalu manis, asin, dan tinggi lemak.

Baca juga: Ijtima Nasional Khuddamul Ahmadiyah UK 2026 Tekankan Jalan Ketakwaan Menuju Tuhan

Edukasi kemudian dilanjutkan dengan kunjungan kepada 30 penderita stroke pada Minggu, 27 September. Tim AMMA Indonesia bersama anggota Jemaat Ahmadiyah Manislor mengunjungi para penderita untuk melihat kondisi dan kebutuhan mereka.

Kegiatan selama dua hari tersebut memadukan pemeriksaan, edukasi, dan kunjungan langsung. Melalui rangkaian itu, perhatian terhadap stroke tidak hanya diarahkan pada pengobatan, tetapi juga pada pencegahan dan dukungan selama proses pemulihan.