Bandar Lampung, Warta Ahmadiyah- Mubaligh Ahmadiyah Lampung bersama Romo Thomas Kresnadhi dari Vihara Suvannadipa mengunjungi Griya Malaikat di Bandar Lampung, Minggu 25 Oktober 2026.
Kunjungan tersebut menjadi ajang silaturahmi sekaligus penjajakan kerja sama di bidang kemanusiaan.
Rombongan disambut langsung oleh Th. Angelic Dolly Pudjowati atau Suster Angelic, selaku Kepala Griya Malaikat.
Baca juga: Kapolsek Kunjungi Masjid Baitul Mujib, Lihat Aktivitas Anggota Jemaat Ahmadiyah Denpasar
Pertemuan berlangsung hangat dengan membahas berbagai kegiatan sosial yang selama ini dijalankan Griya Malaikat.
Dalam kesempatan itu, Suster Angelic menceritakan awal ketertarikannya membantu masyarakat yang mengalami gangguan kejiwaan dan keterlantaran sosial.
Ketertarikan tersebut tumbuh sejak dirinya berusia sembilan tahun. Saat itu, ia melihat sang ayah menunjukkan kepedulian kepada seorang tunawisma dengan gangguan kejiwaan.
Griya Malaikat atau Home of Angel mulai dirintis Suster Angelic pada 23 November 1969 di Purwokerto, Jawa Tengah.
Perjalanan tersebut berlanjut ke Jakarta pada 1977. Ia kemudian membangun Komunitas Psikiantri Dermaga Hati untuk membantu masyarakat yang mengalami depresi, gangguan jiwa, kemiskinan, hingga keterlantaran.
Sejak Juni 1984, perhatian utamanya diarahkan kepada orang dengan gangguan jiwa (ODGJ), tunawisma, serta mereka yang membutuhkan pertolongan darurat.
Atas kiprah sosialnya, Suster Angelic menerima penghargaan Ratu Ester dari Bimas Kristen Departemen Agama RI pada 11 Desember 2007.
Sejak Mei 2026, ia mulai menetap di Lampung untuk mengembangkan kembali kegiatan pelayanan kemanusiaan.
Suster Angelic juga membuka peluang kolaborasi dengan berbagai komunitas keagamaan, termasuk umat Buddha Theravada dan Muslim Ahmadiyah.
Dalam pertemuan tersebut, muballigh Ahmadiyah Lampung turut memperkenalkan komunitas Ahmadiyah dan berbagai kegiatan sosialnya.
Ia juga menyampaikan motto Ahmadiyah, yakni Love for All, Hatred for None atau cinta untuk semua, tiada benci bagi siapa pun.
Pertemuan ini diharapkan menjadi awal hubungan baik dan kerja sama lintas agama dalam membantu masyarakat, khususnya ODGJ dan kelompok rentan di Bandar Lampung.

Tidak ada Respon