Siratun Nabi di Bendungan Ajak Muslim Ahmadi Menjadikan Akhlak Rasulullah sebagai Cermin Diri

Munadi AhmadDaerah2 min
Kegiatan berlangsung di kediaman Shohib Rohiman, pengurus Jemaat Bendungan.
A-AA+A++

Wonosobo, Warta Ahmadiyah — Jemaat Muslim Ahmadiyah Bendungan, Desa Mutisari, Kecamatan Watumalang, Kabupaten Wonosobo, mengadakan kegiatan Siratun Nabi Muhammad SAW, Jumat malam (28/8/2026). Kesederhanaan Rasulullah SAW menjadi salah satu pesan yang disampaikan dalam kegiatan tarbiyat rutin tersebut.

Kegiatan berlangsung di kediaman Shohib Rohiman, pengurus Jemaat Bendungan. Hadir Mln. Hanif Ahmad Tahir, Mubaligh Jemaat Lengkong, Desa Binangun. Acara dipimpin Ketua Jemaat Bendungan, Wartoyo, diawali dengan doa dan dilanjutkan ceramah oleh Mln. Sajid Ahmad Sutikno, Mubaligh Daerah Jateng 2.

Mengacu pada QS. Al-Ahzab ayat 21 tentang Rasulullah SAW sebagai uswatun hasanah, Sajid mengajak para Muslim Ahmadi menjadikan akhlak Rasulullah SAW sebagai teladan dalam kehidupan. Kesucian hati, kelembutan ucapan, kasih sayang, kesabaran, kesederhanaan, serta kepedulian kepada keluarga dan sesama menjadi beberapa hal yang disoroti.

Baca juga: Lajnah Imaillah Sukabumi Terlibat dalam Pemberian Obat Cacing di Posyandu

Salah satu kisah yang disampaikan ialah ketika Rasulullah SAW berada di rumah Ummu Hani ra. Saat ditanya mengenai makanan yang tersedia, Ummu Hani ra. menyampaikan bahwa hanya ada roti kering dan cuka. Rasulullah SAW tetap menerimanya tanpa mengeluh dan menikmatinya dengan penuh syukur.

“Betapa sederhana kehidupan Rasulullah SAW. Beliau adalah pemimpin umat, tetapi tidak menuntut hidangan mewah. Roti yang kasar, kering dan keras pun beliau terima dengan penuh syukur,” tuturnya.

Menurut Mln. Sajid Ahmad, kisah tersebut menjadi pengingat agar tidak mudah mengeluh dan tetap menghargai pemberian orang lain. Ia juga mengingatkan pentingnya menjaga hubungan dengan Allah Taala melalui doa, termasuk ketika menghadapi kebutuhan yang sederhana dalam kehidupan sehari-hari.

Baca juga: Chadidjah Siddiqah, Sosok yang Teguh Memegang Nizam Jemaat

“Doa bukan hanya untuk perkara besar. Bahkan kebutuhan yang tampak kecil pun kita bawa kepada Allah. Itu menunjukkan bahwa hati kita senantiasa bergantung kepada-Nya,” ungkapnya.

Dalam ceramahnya, ia juga menekankan kecintaan terhadap ibadah sebagai bagian dari kehidupan seorang Muslim Ahmadi. Selain menjaga salat lima waktu, ia mengajak untuk menghidupkan malam dengan Salat Tahajud. Ia mengutip nasihat Hadhrat Imam Mahdi AS, “Jangan gunakan malammu hanya untuk tidur lelap, bagaikan mayat tak bernyawa. Tahajudlah.”

Keteladanan Rasulullah SAW dalam kehidupan keluarga turut disampaikan. Rasulullah SAW disebut menyayangi keluarga, membantu pekerjaan rumah, serta memperbaiki sendiri pakaian yang robek. Kegiatan kemudian dilanjutkan dengan Menyimak Khotbah Jumat Hudhur (MKH) dan diskusi bersama para Muslim Ahmadi, sebelum ditutup dengan doa yang dipimpin Mln. Basyirudin Aziz.