Sekretariat Jemaat Ahmadiyah Wonosobo Jadi Lokasi Diskusi Santai Bareng Gusdurian, Penuh Keakraban

Talhah Lukman ADaerah2 min
Suasana hangat dan penuh keakraban mewarnai acara ngopi bareng antara perwakilan Gusdurian SCD (Sahabat Cinta Damai) Nganjuk dan Gusdurian Wonosobo di Sekretariat Jemaat Ahmadiyah Wonosobo, Senin (20/7/2026)
A-AA+A++

Wonosobo, Warta Ahmadiyah- Suasana hangat dan penuh keakraban mewarnai acara ngopi bareng antara perwakilan Gusdurian Sahabat Cinta Damai (SCD) Nganjuk dan Gusdurian Wonosobo di Sekretariat Jemaat MuslimAhmadiyah Wonosobo, Senin 20 Juli 2026.

Pertemuan ini berawal dari kunjungan Mas Kaka, anggota Gusdurian SCD Nganjuk, yang tengah berlibur bersama keluarganya di kawasan Dieng.

Di sela waktu berlibur, ia menyempatkan diri bersilaturahmi ke Sekretariat Jemaat Ahmadiyah Wonosobo dan disambut oleh Mubaligh Daerah Jemaat Ahmadiyah Jawa Tengah , Mln. Sajid Ahmad Sutikno, yang juga merupakan salah satu pendiri Gusdurian SCD Nganjuk.

Kesempatan tersebut kemudian dimanfaatkan untuk mengajak rekan-rekan Gusdurian Wonosobo berkumpul dalam suasana santai dan penuh kekeluargaan. Mereka adalah Dedi Sariyoso, Rizki dan Ubai.

Diawali dengan saling memperkenalkan diri, obrolan pun mengalir hangat.

Berbagai topik dibahas, mulai dari perkembangan komunitas Gusdurian di Nganjuk dan Wonosobo, isu toleransi dan hak asasi manusia, terjaganya keharmonisan di Wonosobo, masa depan gerakan Gusdurian.

Termasuk, dinamika yang dihadapi Ahmadiyah dan kelompok-kelompok marjinal lainnya.

Suasana sederhana itu menjadi ruang yang hangat untuk merawat dialog dan membangun saling pengertian di tengah keberagaman.

Kegiatan tersebut menjadi ruang untuk mempererat silaturahmi sekaligus memperkuat semangat dialog.

Suasana kebersamaan yang terbangun mencerminkan nilai yang selama ini dijunjung komunitas Gusdurian, yakni menjadikan momen minum kopi sebagai sarana berbagi gagasan, mempererat persaudaraan, dan menumbuhkan kepedulian sosial.

Semangat itu juga selaras dengan motto Jemaat Ahmadiyah, ‘Love for All, Hatred for None’, yang mengedepankan cinta kasih, toleransi, dan penghormatan terhadap sesama.

Melalui kebersamaan dalam suasana sederhana tersebut, diharapkan nilai-nilai kemanusiaan, persaudaraan, dan budaya dialog terus tumbuh serta menjadi perekat di tengah kehidupan masyarakat yang beragam. *