Jalsah Salanah Ahmadiyah Jadi Ajakan Nyata Jadikan Agama Solusi bagi Bangsa

Munadi AhmadDaerah2 min
Agama merupakan jawaban yang sangat relevan dari tantangan kehidupan berbangsa saat ini, ujar Gus Wan dalam sambutannya pada Jalsah Salanah 2026.
A-AA+A++

Banjarnegara, Warta Ahmadiyah — Koordinator Persatuan Lintas Agama (PELITA), Setyawan Budy, menilai tema Jalsah Salanah 2026 Jemaat Muslim Ahmadiyah Indonesia, “Saatnya Agama Menjadi Solusi, Bukan Sekadar Seremoni,” merupakan pesan penting yang relevan dengan tantangan kehidupan berbangsa saat ini.

Pandangan tersebut disampaikannya saat menghadiri Jalsah Salanah Wilayah Jawa Tengah–DIY di Banjarnegara. Menurutnya, agama tidak boleh berhenti sebagai identitas formal atau simbol keagamaan semata, tetapi harus mampu menghadirkan manfaat nyata bagi masyarakat.

“Tema ini sangat menyentuh. Agama tidak cukup hanya menjadi formalitas atau seremoni, tetapi harus mampu memberikan solusi bagi persoalan kehidupan. Agama harus menghadirkan manfaat yang nyata bagi masyarakat,” ujarnya.

Baca juga: Lajnah Imaillah Indonesia Kunjungi Masjid Ahmadiyah Amerika Serikat, Terkesan Semangat Pengorbanan

Setyawan mengatakan pengalaman mendampingi berbagai komunitas lintas agama selama hampir satu dekade menunjukkan bahwa tantangan terbesar dalam kehidupan bersama bukanlah perbedaan keyakinan, melainkan ketidakadilan dan minimnya ruang perjumpaan antarwarga.

Karena itu, ia mengapresiasi Jalsah Salanah yang tidak hanya menjadi forum pembinaan internal Jemaat Muslim Ahmadiyah Indonesia, tetapi juga membuka ruang dialog dengan berbagai unsur masyarakat, tokoh agama, akademisi, dan komunitas lintas iman.

Menurutnya, perjumpaan langsung menjadi cara paling efektif untuk membangun saling pengertian sekaligus mengikis prasangka yang selama ini berkembang akibat kurangnya interaksi.

“Ketika ada ketidakadilan atau tindakan intoleransi, kita harus berdiri bersama membela hak-hak warga negara. Di hadapan hukum tidak ada mayoritas dan minoritas. Semua memiliki hak dan kedudukan yang sama,” katanya.

Baca juga: Jalsah Salanah Dinilai Perkuat Dialog dan Kolaborasi di Tengah Keberagaman

Ia juga mengungkapkan bahwa hubungan antara jaringan lintas agama dan Jemaat Muslim Ahmadiyah Indonesia telah terjalin cukup lama melalui berbagai kegiatan dialog, advokasi, dan kerja sama sosial di Jawa Tengah. Menurutnya, hubungan tersebut menjadi contoh bahwa kolaborasi lintas iman dapat tumbuh melalui komunikasi yang terbuka dan saling menghormati.

Seorang yang akrab di panggil Gus Wan tersebut berharap semangat yang diusung dalam Jalsah Salanah 2026 tidak berhenti di ruang acara, tetapi terus diwujudkan dalam kehidupan sehari-hari melalui kerja sama, pelayanan sosial, serta upaya membangun masyarakat yang damai dan inklusif.

“Jangan pernah takut untuk terus berbuat baik dan membangun persaudaraan. Masih banyak orang yang peduli dan siap berjalan bersama untuk memperjuangkan keadilan, perdamaian, dan kemanusiaan,” ujarnya.