Jakarta, Warta Ahmadiyah- Momentum Hari Kebangkitan Nasional dimaknai sebagai pengingat pentingnya persatuan dan perdamaian dunia di tengah meningkatnya konflik global. Pesan tersebut mengemuka dalam Seminar Nasional “Tentang Perang di Sekitar Kita: Agama, Etika, dan Krisis Perdamaian Global” yang digelar di UIN Syarif Hidayatullah Jakarta pada Selasa, 13 Mei 2026.
Kegiatan menghadirkan Amir Nasional Jemaat Muslim Ahmadiyah Indonesia Zaki Firdaus Syahid dan Dekan Fakultas Ushuluddin Prof. Ismatu Ropi sebagai Narasumber. Seminar diikuti mahasiswa dan kalangan lintas akademisi.
Baca juga: Amir Nasional Ahmadiyah Soroti Krisis Global dan Pentingnya Keadilan Internasional
Dalam sambutannya, Zaki Firdaus Syahid menyoroti kondisi dunia yang dinilai sedang menghadapi ancaman serius akibat peperangan dan ketidakadilan global. Menurutnya, konflik dunia tidak hanya dipicu perebutan kekuasaan, tetapi juga kepentingan ekonomi dan industri persenjataan.
Ia menegaskan perdamaian harus diperjuangkan melalui keadilan dan penghormatan terhadap martabat manusia tanpa membedakan agama maupun bangsa.
“Perdamaian ini harus betul-betul kita perjuangkan dan kita promosikan. Karena perdamaian akan menentukan masa depan generasi berikutnya,” ujarnya.
Ia juga menekankan pentingnya nilai Love for All, Hatred for None sebagai fondasi membangun kehidupan yang damai dan bebas dari kebencian.
Baca juga: Ijtima Daerah Lajnah Imaillah Kuningan Raya, Angkat Tema Generasi Penerus Tangguh
Sementara itu, Prof. Ismatu Ropi menyebut keadilan merupakan syarat utama terciptanya hubungan global yang sehat dan setara.
“Keadilan adalah hal paling utama yang harus diperjuangkan. Setiap manusia harus diperlakukan secara adil dan bermartabat,” katanya.
Ia mengajak generasi muda dan kalangan kampus memperkuat budaya dialog dan resolusi konflik sebagai bagian dari upaya menjaga perdamaian dunia.

Tidak ada Respon