
Alunan tilawat ayat suci Al-Quran yang begitu syahdu mengawali pertemuan rohani nan penuh berkah, Jalsah Salanah Daerah Jabar 06, yang dilaksanakan tanggal 20-22 Desember 2019, bertempat di aula Peace Center Jemaat Ahmadiyah Garut.
Dilanjutkan dengan pembacaan Nazm dan laporan Ketua Panitia. Ada beberapa hal yang menarik dalam suasana pembukaan Jalsah, yaitu nuansa Sunda yang dapat dilihat dari kostum Panitia yang kompak mengenakan pakaian khas Sunda, selain itu tema yang dipilih juga ditulis dalam bahasa Sunda “Welas Asih ka Sasama Ngawujudkeun Kaadilan jeung Kadamean, yang maknanya dalam Bahasa Indonesia adalah Kasih Sayang kepada Sesama Manusia Mewujudkan Keadilan dan Kedamaian. Begitu juga pemakaian Bahasa Sunda dalam sambutan-sambutan dan ceramah.
Missionary Incharge Jemaat Ahmadiyah Indonesia, Mln. Mirajudin Syahid yang memimpin langsung pembukaan Jalsah Salanah Wilayah Jabar 06 menyambut baik hal ini, dan menyampaikan sebuah kisah pada Jalsah Salanah Internasional dimana Huzur (aba) meminta para peserta dari berbagai negara untuk memakai pakaian adatnya masing-masing.
Hal ini mencerminkan keberagaman budaya, suku bangsa, adat istiadat dari berbagai bangsa di dunia, namun dipersatukan oleh satu ikatan sebagai sebuah Jamaah. Hal ini selara dengan kandungan QS Al Hujurat ayat 14 :
“Hai manusia, sesungguhnya Kami telah menciptakan kamu dari laki-laki dan perempuan; dan Kami telah menjadikan kamu berbangsa-bangsa dan bersuku-suku, supaya kamu saling mengenal. Sesungguhnya yang paling mulia di antara kamu di sisi Allah ialah yang paling bertakwa. Sesungguhnya Allah Maha Mengetahui, Mahawaspada”.
Pada kesempatan ceramah pembukaan Jalsah Salanah ini, Mln. Mirajudin Syahid menyampaikan Amanat Amir Nasional, Mln. Abdul Basit Syahid, bahwa Jalsah Salanah Wilayah merupakan bagian dari Jalsah Salanah Nasional, yang dikarenakan beberapa hal, belum bisa terlaksana secara nasional. Namun, kita harus terus berdoa agar suatu hari Jemaat Ahmadiyah Indonesia dapat melaksanakan Jalsah Salanah berskala nasional, dan hal ini sedang terus dalam proses pengkajian mendalam, di Wilayah mana Jalsah Salanah Nasional dapat dilaksanakan, karena itu hendaknya terus berdoa. Jalsah merupakan suatu perintah Ilahi.

Dasar hukumnya sesuai dengan kandungan QS Al Jumuah ayat 4 yaitu :
” Dan Dia akan membangkitkannya juga pada kaum lain dari antara mereka yang belum bertemu dengan mereka. Dan Dialah Yang Maha Perkasa, Mahabijaksana”.
Dalam Tafsir QS Al Jumuah ayat 4 diatas, Rasulullah SAW bersabda mengenai iman yang terbang ke bintang tsurayya. Bagaimana cara mengambil kembali iman yang sudah hilang tersebut? Pertemuan-pertemuan rohani seperti Jalsah Salanah ini merupakan salah satu caranya.
Selain itu sangat penting untuk selalu memelihara ukhuwah. Ada 3 macam Ukhuwah:
- Ukhuwah Basyariyah yaitu bahwa semua manusia adalah saudara sesama ciptaan Allah Taala
- Ukhuwah Wathaniyah yaitu persaudaraan sebangsa setanah air.
- Ukuwah Islamiyah yaitu persaudaraan seagama
Sebagai Jemaah Ahmadiyah persaudaran kita lengkap meliputi ketiga ukhuwah tersebut. Hanya jemaat inilah yang bisa menyatukan seluruh umat manusia. Perhatikanlah Jalsah-jalsah Internasional, di London misalnya Hadir beragam suku bangsa dari berbagai belahan dunia.
Di akhir ceramah, Mln. Mirajudin Syahid membacakan doa Hazrat Masih Mauud as bagi para peserta jalsah : “Semoga Allah Ta’ala bersama mereka, membalas mereka dengan berlimpah, mengasihi mereka, memberikan kemudahan untuk mereka dalam keadaan penderitaan dan kecemasan, serta menghilangkan penderitaan dan kesedihan mereka. Semoga Dia memberi mereka kebebasan dari setiap satu kesulitan pun dan mengungkapkan bagi mereka cara mencapai tujuan mereka yang tinggi, dan membangkitkan mereka pada Hari Kiamat, di antara mereka para hamba-Nya yang menerima berkat dan rahmat-Nya. Semoga Dia menjadi Pelindung mereka dalam ketidakhadiran mereka hingga setelah perjalanan mereka berakhir. Ya Allah! Ya Maha Luhur dan Maha Pemberi Karunia, Yang Maha Penyayang dan Yang memecahkan semua masalah, kabulkan semua doa-doa ini, dan berilah kami kemenangan atas lawan kami dengan tanda-tanda gemilang, karena hanya Engkau lah pemilik semua kehebatan dan kekuatan. Aamiin! Aamiin!
Jalsah Salanah Wilayah Jabar 06 dihadiri oleh anggota-anggota dari seluruh cabang di Jabar 06 dan ada juga peserta dari luar daerah Jabar 06.


Di Jalsah Gah LI, kaum Ibu nampak begitu antusias menyimak setiap uraian yang disampaikan. Meskipun sempat terkendala masalah audio, namun tidak menyurutkan semangat para Ibu dan anak-anak yang turut hadir untuk tetap duduk menunggu dengan tertib.
Kaum Ibu lainnya, juga terlihat sibuk dalam berbagai tugas sebagai pengkhidmat tamu Masih Mauud as. Meski jadwal kegiatan begitu padat, kaum Ibu ini tidak menampakkan kelelahan dan keluhan. Bukan berarti mereka tidak merasa lelah, namun rasa lelah tersebut terselimuti semangat berkhidmat yang luarbiasa. Para Ibu, tetap setia dalam kapasitasnya masing-masing apakah sebagai peserta maupun para pengkhidmat.


Anak-anak pun seperti itu, turut terlibat secara aktif. Siswa-siswa Pra Madrasah dari Cabang Garut, Wanaraja, Sanding, Samarang dan Sukamaju tampil kompak membawakan Nazm dan hafalan surah An-Naba. Wajah-wajah ceria kanak-kanak nampak begitu bahagia mendapat kehormatan dari Panitia untuk membacakan Nazm-Nazm karya Masih Mauud as dan Para Khalifah beliau as. Senang, bangga dan bersyukur rasanya, melihat bibit-bibit pengkhidmat di masa depan sudah lahir dan ditempa dalam pertemuan-pertemuan rohani.
Usai sesi pembukaan yang ditutup dengan doa bersama, kegiatan selanjutnya diisi dengan silaturahmi, ramah tamah sesama peserta. Kaum Ibu memanfaatkan waktu ini untuk berbincang akrab dengan peserta jalsah lainnya dan ada juga yang mengunjungi bazar yang digelar panitia di area sekita Gah LI. Bazar menyediakan aneka jajanan, makanan dan pakaian muslimah.
Sementara itu, adik-adik kecil nasirat, banath, athfal dan abna, beraktivitas di area lainnya bersama seorang pembimbing dari LI. Mereka asik berkreasi mewarnai gambar. Dengan aktivitas ini, anak-anak tidak merasa bosan dan meminimalisir kegaduhan.

Malam hari, acara diisi dengan Menyimak Khutbah Khalifatul Masih Al-Khamis atba. Selanjutnya semua peserta istirahat.
Sudah menjadi kekhasan dalam setiap pertemuan Jemaat, yaitu pelaksanaan Shalat Tajahud berjamaah, sholat subuh berjamaah dan daras subuh yang mengawali rangkaian acara di hari kedua. Dilanjutkan dengan sesi berikutnya mendengarkan ceramah-ceramah rohani yaitu :
- Sekretaris Tabligh PB JAI : Pertablighan
- Amirda Jabar 6 : Cara Rasulullah SAW memberikan nasehat.
- Mln. Tatep Wahyu : Kabar-Kabar Gaib Al Quran
- Mubda Jabar 6 : Sarana-sarana untuk meraih Qurub Illahi
- Ketua Jemaat Cabang Garut : Sejarah dan Pentingnya MTA
- Sadr Ansharullah : Pentingnya Al Wasiyat

Di hari kedua ada satu mata acara spesial yaitu talkshow dengan para sesepuh Jemaat daerah Jabar 06. Hadir sebagai Narasumber sesepuh-sesepuh Jemaat di Daerah Jabar 06. Obrolan khas para sepuh dengan logat Sunda buhun betul-betul kental. Bagi sebagian anak muda, mungkin sedikit kesulitan memahami beberapa kosakata. Tepang tineung dengan sesepuh ini bertujuan untuk menggali pengalaman mereka, suka duka selama menjadi anggota Jemaat.
Usia bapak-bapak kita ini rata-rata di atas 70 tahun – 100 tahun. Suatu rentang usia yang sangat panjang dan sarat pengalaman berharga. Yang paling mengharukan dari para sesepuh ini adalah semangat yang tidak pernah padam untuk terus berkhidmat. Dengan kondisi fisik yang sudah lemah, bahkan beberapa harus dipapah, intonasi bicara sudah kurang jelas, memori yang sudah memudar, beliau-beliau tetap hadir di Jalsah, dan berusaha membagikan pengalaman berharga dalam kehidupan mereka. MasyaAllah.
Semoga Allah Taala mengaruniakan kesehatan dan meridhoi pengorbanan-pengorbanan mereka, dan semoga anak-anak keturunannya menjadi pengkhidmat-pengkhidmat tangguh penerus perjuangan bapak-bapak yang luar biasa ini. Tentu, sangat diharapkan bincang dengan sesepuh ini bisa memberikan motivasi bagi kaum muda Jemaat di Jabar 06 khususnya dan Jemaat pada umumnya untuk sigap dan siap melanjutkan estafet perjuangan beliau-beliau ini.

Mengharukan sekali, mendengar bapak-bapak kita bercerita bagaimana sulitnya mereka menghadapi tekanan dari Ghair bahkan dari keluarga sendiri. Kekerasan yang mereka terima, bukan sekedar kata-kata, tapi secara fisik juga sampai mengancam keselamatan nyawa.
Gema narae takbir mengguncang Aula Peace Center Jemaat Ahmadiyah cabang Garut, ketika seorang sesepuh bercerita sambil bercucuran airmata mengenang bagaimana siksaan fisik yang diterima, dan bagaimana mereka diintimidasi untuk menandatangani pernyataan keluar dari Ahmadiyah. Namun, iman mereka mengalahkan dera siksa dan sakit yang tak terkira.
Dalam hal tarbiyat, beliau-beliau ini hampir selalu mengutamakan shalat berjamaah. Mereka rela menempuh perjalanan yang jauh dengan berjalan kaki demi menunaikan Shalat di mesjid, apakah saat shalat fardhu, shalat jumat, maupun shalat Tahajud. Mereka senantiasa menjalin silaturahmi dengan para tokoh awwalin Jemaat Garut saat itu, membaca dan menelaah buku-buku karya Masih Mauud as senantiasa dilakukan, padahal ketersediaan buku yang sudah diterjemahkan ke dalam bahasa Indonesia maupun bahasa Sunda masih sangat terbatas. Dan satu kata kunci yang bisa kita petik adalah bahwa dalam kesulitan, kesusahan dan penderitaan apapun, selalu ada pertolongan Allah Taala.
Keyakinan inilah yang membuat para Bapak ini kuat bertahan dalam keimanan dan terus berjuang di medan pertablighan, tarbiyat maupun pengkhidmatan lainnya. Gema narae takbir mengguncang Aula Peace Center Jemaat Ahmadiyah cabang Garut, ketika seorang sesepuh menceritakan sambil bercucuran airmata mengenang bagaimana siksaan fisik yang diterima, dan bagaimana mereka diintimidasi untuk menandatangani pernyataan keluar dari Ahmadiyah. Namun, iman mereka mengalahkan dera siksa dan sakit yang tak terkira.

Rangkaian-rangkaian acara selanjutnya satu persatu terlaksana dengan lancar dan tepat waktu sesuai dengan yang direncanakan. Di sesi terakhir hari ketiga, arena Jalsah Wilayah Jabar 06 kedatangan tamu istimewa, Prof. Dr. Kuntowijoyo, M.A. beliau adalah seorang budayawan, sastrawan, dan sejarawan.
Dan hari minggu tepat pukul 10.00 wib pertemuan rohani ini usai dan ditutup dengan doa yang dipimpin oleh Mln. Mirajudin Syahid.

Jika pada waktu pembukaan tercatat jumlah peserta sebanyak 426 orang terdiri dari 157 Anshar dan khudam, 269 orang LI, NAI dan banath, dan Panitia/Giwangkara sebanyak 84 orang, maka pada saat penutupan jumlah peserta akhir sebanyak 638 Orang, terdiri dari Anshar 97 orang, Khudam 41 orang, LI 246 orang, NAI 59 orang, Athfal 42 orang, Banath 43 orang, Abna 22 orang. Alhamdulillah, Mubarak Jemaat Wilayah Jabar 06.
Semoga Jalsah Salanah Wilayah Jabar 06 ini memberikan keberkahan, kemajuan jasmani dan rohani, bagi seluruh peserta Jalsah, para pengkhidmat dan siapapun yang terlibat baik langsung maupun tidak.
Khudaa Hafiz (Sampai jumpa) pada jalsah-jalsah lainnya.